KALSELMAJU.COM, BANJARMASIN – Mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat (ULM) terus menggaungkan semangat pemberdayaan masyarakat. Kali ini, giliran Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) IAAS LC ULM dari Fakultas Pertanian ke Desa Mandiangin Timur, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar.
Mengusung program bertajuk “Sanggar Tani”, pihaknya menggelar workshop internal penyusunan model bisnis sederhana. Workshop ini menyasar warga desa, khususnya para petani dan pelaku usaha kecil.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya konkret membekali masyarakat dengan kemampuan perencanaan bisnis yang aplikatif.
“Kami memiliki keyakinan penuh bahwa Desa Mandiangin Timur memiliki potensi yang luar biasa besar. Potensi tersebut berasal dari sektor pertanian dengan beragam komoditasnya maupun dari sektor usaha kreatif dan kerajinan tangan,” ujar Zaifan, Ketua Tim PPK Ormawa IAAS LC ULM.
Namun, Zaifan tak menutup mata atas tantangan yang warga hadapi dalam menjalankan usahanya.
“Seringkali, kami temukan banyak kelompok usaha dan tani yang sudah berjalan baik namun masih terkendala. Kendala utama adalah perencanaan bisnis yang matang dan strategi pengembangan jangka panjang. Melalui workshop ini, kami ingin menanamkan fondasi yang kuat. Kami membekali mereka dengan kerangka berpikir bisnis, sehingga mereka bisa lebih mandiri, resilien, dan berkembang pesat,” paparnya antusias.
Dalam workshop ini, penyampaian materi langsung oleh dosen Fakultas Pertanian ULM, Dr Untung Santoso.
Dengan gaya penyampaian yang lugas dan mudah, bahkan oleh para petani sekalipun, sesi ini berlangsung interaktif dan inspiratif.
Acara ini tidak hanya sebatas seremonial, namun harapnya bisa menjadi pemicu perubahan nyata.
“Kami ingin kegiatan ini jadi katalisator percepatan pertumbuhan ekonomi desa. Dengan pemahaman model bisnis yang praktis, warga desa akan lebih percaya diri dalam mengelola potensi lokal. Potensi lokal dapat menjadi peluang usaha yang berkelanjutan,” kata Zaifan lagi.
Workshop “Sanggar Tani” menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat dapat menciptakan sinergi hebat. Sinergi ini bertujuan demi terwujudnya desa yang mandiri, produktif, dan sejahtera.





