KALSELMAJU.COM, BANJARBARU – Barito Putera turun kasta ke Liga 2. Setelah hanya finish di rutuan 17 klasemen Liga 1 2024/2025. Barito degradasi bersama PSS Sleman dan PSIS Semarang. Pada laga terakhir Barito keluar sebagai pemanang atas PSIS Semarang. Namun, hasil itu tak mengubah posisi di klasemen.
Turun kasta bukanlah hal baru bagi tim berjuluk Laskar Antasari ini. Barito Putera pernah punya Sejarah terpuruk di kancah sepakbola. Berdasarkan cacatan sejarh, Barito pernah Divisi II. Pada tahun 2003 Barito turun ke Divisi I. Setahun setelahnya turun lagi ke Divisi II. Setelah beberapa tahun berjuang, pada tahun 2008 Barito memenangkan Divisi II dan promosi ke Divisi I.
Pada tahun 2010, Barito finish di posisi delapan dan promosi ke Divisi Utama Liga Indonesia. Musim Divisi Utama 2010-2011 Barito mencoba untuk keluar dari keterpurukan. Barito mampu bersaing dengan para kompetitor lainnya. Pada musim ini Salahuddin yang menjadi pelatih Barito saat itu mampu membawa finish di urutan 6.
Barito naik peringkat ke 5 setelah Persebaya mendapat hukuman karena memakai pemain yang tidak sah. Kendati demikian Barito belum promosi ke Liga Super Indonesia (sama dengan Liga 1 saat ini). Baru pada musim 2011-2012 Barito keluar sebagai juara Divisi. Setelah mengalahkan Persita Tangerah 2-1 di Stadion Manahan, Solo. Barito kembali ke kasta tertinggi sepakbola Indonesia. Setelah keluar sebagai juara Divisi Utama (sekrang Liga 2).
Kini setelah 12 tahun berada di kasta tertinggi. Barito Putera kembali turun ke kasta ke liga 2. Kondisi Barito kini membuat banyak orang terpukul dan bersedih. Namun, banyak juga yang memberikan dukungan semangat.
Agar Laskar Antasari kembali ke kasta tertinggi. “Tetap semangat dan tetap support Barito Putera walaupun harus terdegradasi,” kata Kabid Pembudayaan Olahraga Dispora Kalsel, Budiono.





