KALSELMAJU.COM, BANJARMASIN – Pasca viralnya video antrean berobat di loket pelayanan. Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sultan Suriansyah Kota Banjarmasin berjanji akan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Kejadian tersebut terjadi pada hari pertama pelayanan setelah libur panjang Lebaran beberapa waktu lalu, dan sempat mendapat perhatian Wakil Wali Kota Banjarmasin yang langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak).
Direktur Utama RSUD Sultan Suriansyah, dr. Muhammad Syaukani, mengakui adanya penumpukan pasien pada hari pertama pembukaan layanan usai libur Idulfitri.
Ia menyebut lonjakan pasien terjadi akibat penutupan layanan rawat jalan dan poliklinik selama 11 hari.
“Memang terjadi peningkatan jumlah kunjungan pasien. Kalau biasanya rata-rata 400-450 pasien per hari, pasca lebaran kemarin naik jadi 600 sampai 700 pasien,” kata Syaukani, Selasa (15/4/2025).
Antrean panjang terjadi di sejumlah titik pendaftaran rumah sakit.
Untuk mengurai kepadatan, pihak RSUD kini menambah beberapa titik pendaftaran, termasuk di gedung Poli dan di belakang gedung utama. Syaukani menyebut kondisi antrean kini mulai normal kembali.
Selain itu, Syaukani mendorong masyarakat untuk memanfaatkan pendaftaran secara online melalui aplikasi Mobile JKN, khususnya bagi pasien BPJS yang merupakan mayoritas pengguna layanan rumah sakit.
“Dengan Mobile JKN, proses pendaftaran bisa lebih cepat dan efisien. Tapi sayangnya penggunaannya masih cukup rendah, baru sekitar 20 persen dari total pasien,” jelasnya.
Pihak rumah sakit juga akan terus melakukan sosialisasi agar masyarakat terbiasa menggunakan layanan online, sekaligus memberikan bantuan teknis bagi yang mengalami kendala.
“Yang jelas kami terus berupaya memperbaiki dan meningkatkan layanan,” pungkasnya.





