KALSELMAJU.COM, BANJARBARU – Politikus Syaifullah Tamliha memberi sinyal kemungkinan berpindah partai politik. Setelah menilai Partai Persatuan Pembangunan (PPP) terdapat konflik internal yang tak kunjung berakhir.
Tamliha mengisyaratkannya saat menghadiri pelantikan pngurus DPC dan DPAC PKB se Kalimatan Selatan, Sabtu (24/10/2026).
Kehadirannya dalam agenda tersebut, menurut Tamliha, merupakan bentuk penghormatan kepada Ketua Umum DPP PKB, Abdul Muhaimin Iskandar atau Cak Imin.
Tamliha mengungkapkan, dirinya memiliki kedekatan historis dengan Cak Imin. Keduanya pernah berada dalam lingkungan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), dengan Tamliha mengaku pernah menjadi salah seorang ketua yang membantu Cak Imin dalam urusan ekonomi.
Ia juga menyebut pernah terlibat dalam proses awal pendirian PKB di Kalimantan Selatan. Namun, saat itu dirinya memilih tetap bertahan di PPP karena menghormati gurunya, Ki Adam Khalid, yang masih berada di partai berlambang Ka’bah tersebut.
“Saya tetap dulu di PPP, karena Ki Adam Khalid, guru saya, tetap di PPP dan masih hidup waktu itu. Jadi saya menahan diri untuk berpindah partai,” ungkapnya.
Kini, setelah melihat dinamika politik yang berkembang di internal PPP, Tamliha mengisyaratkan kemungkinan mengambil langkah berbeda.
Ia menilai konflik yang terus terjadi di tubuh PPP menjadi salah satu pertimbangan untuk mengevaluasi pilihan politiknya ke depan.
“Saya sudah melihat PPP bertengkar melulu, tidak habis-habisnya,” ujarnya.
Meski demikian, Tamliha belum secara tegas mengumumkan kepindahannya. Ia meminta publik menunggu perkembangan selanjutnya, termasuk melihat pilihan partai pada kontestasi pemilihan legislatif mendatang.
“Lihat saja nanti di caleg,” katanya saat menjawab mengenai kemungkinan dirinya bergabung dengan PKB.
Tamliha juga mengakui telah beberapa kali melakukan komunikasi dengan Cak Imin. Kendati demikian, ia menegaskan saat ini tidak menjabat sebagai pengurus partai, baik di tingkat DPP, DPW, DPC maupun DPAC.
Syaifullah Tamliha sendiri pada kontestasi politik sebelumnya bersama PPP gagal mengantarkannya ke Gedung DPR RI Senayan dan Bupati Banjar. Dalam pemilihan DPR RI dan pemilihan kepala daerah Banjar tahun 2024.





