Belajar dari Sleman, TP Posyandu Banjarbaru Perkuat Transformasi Posyandu Enam Bidang SPM

oleh
Spread the love

KALSELMAJU.COM, BANJARBARU – Tim Pembina Posyandu (TP Posyandu) Kota Banjarbaru terus mendorong transformasi pelayanan Posyandu agar semakin terintegrasi dan mampu menjangkau kebutuhan masyarakat dalam seluruh siklus kehidupan.

Salah satu upaya tersebut melalui kegiatan study tiru ke TP Posyandu Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jumat (11/9/2026).

Ketua TP Posyandu Kota Banjarbaru  Riyandi Hidayat bersama jajaran TP Posyandu, kepala puskesmas, serta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) terkait. Mengikuti kegiatan yang berlangsung di Ruang OPROOM Gedung Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kalurahan (PMK) Kabupaten Sleman tersebut.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Banjarbaru memantapkan implementasi pelayanan Posyandu. Pada enam bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM), sekaligus memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam menjalankan transformasi Posyandu.

Dalam kesempatan tersebut, Riyandi mengapresiasi pembangunan pola sinergi oleh Kabupaten Sleman dalam pengelolaan Posyandu. Menurutnya, terdapat sejumlah praktik yang dapat menjadi referensi bagi Banjarbaru. Terutama terkait struktur, pembagian tugas, serta hubungan kerja antarunsur yang terlibat.

Mulai dari TP PKK, TP Posyandu, dinas dan OPD terkait, puskesmas. Hingga pemerintah di tingkat kalurahan dan kapanewon, memiliki peran yang saling melengkapi.

“Sinergi dan pembagian tugas yang jelas antara TP PKK, TP Posyandu, Dinas/OPD terkait. Puskesmas hingga pemerintah di tingkat kelurahan menjadi hal penting yang perlu kita pelajari dan kaji penerapannya di Kota Banjarbaru,” ujar Riyandi.

New Posyandu

Ia mengatakan, pengembangan konsep New Posyandu atau Posyandu Siklus Kehidupan tidak cukup hanya mengandalkan sektor kesehatan.

Menurutnya, transformasi tersebut membutuhkan keterlibatan berbagai sektor. Agar Posyandu dapat memberikan pelayanan yang lebih komprehensif, mulai dari kebutuhan bayi, anak, remaja, dewasa hingga lanjut usia.

Karena itu, hasil study tiru harapannya dapat menjadi bahan pembelajaran bagi TP Posyandu Banjarbaru. Dalam menyusun dan memantapkan rencana kerja implementasi Posyandu enam bidang SPM.

Selain itu, pembelajaran juga pada peningkatan kapasitas kader, penguatan layanan kesehatan, integrasi layanan primer berbasis siklus kehidupan, serta pengembangan sistem informasi melalui dashboard Posyandu.

“Ke depan, dashboard ini diharapkan dapat dirancang dengan prinsip kolaborasi antar-OPD pengampu, sehingga data dan informasi pelayanan Posyandu dapat terintegrasi, mudah dipantau, dan menjadi dasar dalam pengambilan kebijakan,” jelasnya.

Riyandi menegaskan, penguatan Posyandu merupakan bagian dari upaya menghadirkan pelayanan publik yang semakin dekat dengan masyarakat.

“Posyandu diharapkan tidak hanya menjadi tempat pelayanan kesehatan, tetapi berkembang menjadi wadah pelayanan dasar yang mudah diakses, terintegrasi dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tutupnya.

Visited 1 times, 1 visit(s) today