Berangkat dengan Izin KSOP, KM Virgo Hadapi Cuaca Buruk hingga Terbalik di Laut Jawa

oleh
oleh
Spread the love

KALSELMAJU.COM, BANJARMASIN – KM Virgo Transport 8 berangkat dari Surabaya menuju Banjarmasin setelah mengantongi izin berlayar dari Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Surabaya. Kapal kemudian mengalami kondisi darurat hingga terbalik di perairan Laut Jawa.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan, izin berlayar terbit pada Sabtu (12/9/2026) sekitar pukul 10.08 WIB. Saat itu, berdasarkan pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kondisi cuaca masih memungkinkan untuk pelayaran.

“Berkaitan izin berlayar dikeluarkan ketika kapal berangkat kemarin hari Sabtu pukul 10.08. Pada saat itu dari KSOP sebagai pihak yang berwenang mengeluarkan izin, berdasarkan pantauan BMKG pada saat itu cuaca memungkinkan untuk berlayar,” kata Dudy dalam konferensi pers di Terminal Pelabuhan Trisakti Banjarmasin, Minggu (13/9/2026).

Dalam pelayaran menuju Banjarmasin, KM Virgo dijadwalkan tiba sekitar pukul 06.00 WITA. Namun, kondisi di tengah perjalanan kemudian berubah. Pihak kapal melaporkan kondisi cuaca buruk sebelum komunikasi dengan kapal terputus.

Setelah menerima laporan tersebut, operasi pencarian dan pertolongan berjalan. Tim SAR gabungan mengerahkan sejumlah kapal untuk menyisir lokasi yang menjadi perkiraan titik terakhir keberadaan KM Virgo.

Dudy mengatakan, berdasarkan laporan terakhir yang ia terima, KM Virgo ditemukan dalam kondisi terbalik namun belum tenggelam.

“Kondisi kapal terbalik. Belum tenggelam sampai tadi,” katanya.

Sejumlah kapal masih berada di sekitar lokasi untuk mendukung proses pencarian dan evakuasi penumpang serta awak kapal. Pemerintah juga memprioritaskan operasi SAR di tengah proses penyelidikan kecelakaan.

Terkait penyebab kecelakaan, Dudy belum memastikan apakah perubahan kondisi cuaca menjadi faktor penyebab kapal terbalik. Ia menyerahkan penentuan penyebab kepada Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) melalui Subkomite Pelayaran.

“Kami tidak ingin terlalu awal menyampaikan kesimpulannya,” ujar Dudy.

Sementara itu, informasi BMKG yang berlaku saat ini menunjukkan gelombang di sejumlah wilayah Laut Jawa berada pada kategori sedang dengan ketinggian sekitar 1,25 hingga 2,5 meter. Kondisi tersebut belum dapat dijadikan gambaran mengenai situasi saat KM Virgo berangkat maupun ketika kecelakaan terjadi.

Pemerintah masih menunggu hasil investigasi KNKT untuk memastikan rangkaian peristiwa yang menyebabkan KM Virgo mengalami kecelakaan.

Visited 1 times, 1 visit(s) today