KALSELMAJU.COM, PARINGIN – Kabut asap dan cuaca panas yang menyelimuti Kabupaten Balangan mulai berdampak pada aktivitas ekonomi masyarakat. Kondisi udara yang kurang bersahabat membuat mobilitas warga di luar rumah menurun dan ikut menekan pendapatan pelaku UMKM.
Salah satu pedagang yang merasakan dampaknya ialah Misra, penjual kopi pinggir jalan di kawasan Batupiring, Balangan. Ia mengaku penjualan kopinya merosot tajam sejak kabut asap dan suhu panas melanda wilayah tersebut.
“Kabut asap dan cuaca yang sangat panas ini bikin orang enggan keluar rumah. Dampaknya terasa sekali ke penjualan kopi saya,” ujar Misra, Jumat (4/9/2026).
Sebelum kondisi tersebut terjadi, Misra mampu menjual sekitar 35 hingga 40 cup kopi setiap hari. Namun, dalam beberapa hari terakhir, penjualannya turun drastis menjadi rata-rata 10 cup per hari.
“Sebelumnya dalam sehari mampu menjual 35-40 cup kopi sehari, namun di kondisi seperti ini rata-rata hanya mampu terjual 10 cup kopi,” katanya.
Menurut Misra, minimnya aktivitas warga di ruang terbuka membuat jumlah pembeli yang melintas dan mampir untuk membeli kopi ikut berkurang. Kondisi tersebut menjadi tantangan bagi pedagang kecil yang mengandalkan pendapatan harian dari pengguna jalan.
Misra berharap kabut asap dan cuaca panas segera berlalu sehingga kualitas udara dan aktivitas masyarakat kembali normal.





