KALSELMAJU.COM, BANJARBARU – Hutan Lindung Lianganggan miliki luasan 960 hektare. Daerah sekitarnya area penggunaan lain (APL) struktur tanah di sana Gambut sehingga rentan terbakar. Risikonya apabila terbakar hebat maka berimbas langsung ke operasional Bandara Syamsudin Noor.
Oleh karena itu penjagaan kawasan dan pasokan air secara terus menerus.
Penanggung jawab penjagaan, gabungan personel Dinas Kehutanan dan Lanal Banjarmasin.
Kepala Dishut Kalsel, Fathimatuzzahra, mengatakan sebelumnya posisi air tidak terlalu banyak dan alat yang dipunya juga tidak terlalu lengkap. Kemudian intervensi Pemerintah Provinsi mengalokasikan 50 mesin serta beberapa alkon untuk membasahi daerah-daerah yang seperti Panggalaman.
Menurutnya seminggu yang lalu di sana ada yang terbakar. “Sekarang ini sudah basah sehingga hampir tidak ada lagi asap yang keluar. Karena ini kan asap artinya api ada di bawahnya,” ujarnya.
Sebelumnya 121 hektar hektare dalam kawasan hutan sempat terbakar. Bahkan, APL di samping hutan lindung juga sebelumnya terbakar penuh. “APL ini kita jaga juga karena jika terbakar percikan apinya bisa sampai ke hutan lindung,” ungkapnya.
Support air ke hutan lindung dari saluran pembuang irigasi. Menggunakan mesin besar dalam pengeloaan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataran Ruang (PUPR) Kalsel. Fatimatuzzahra menyatan dalam dua hari ke belakang pasokan air sudah normal.
“Beberapa mesin pada saat sebelumnya kita matikan dulu. Setelah ada air pasokannya cukup, lalu kita pasang untuk mengalirkan ke dalam kawasan hutan,” tuturnya.
Ia berharap dengan adanya air di sekeliling Hutan Lindung, kemudian alat yang sudah terpasang, tidak ada lagi api atau asap. “Mesin selalu kita nyalakan apabila ada pasokan airnya,” pungkasnya.





