KALSELMAJU.COM, BANJARBARU – Gubernur Kalsel, H. Muhidin, mengecek langsung suplai dan ketersediaan air untuk pembasahan Hutan Lindung Lianganggang seluas 960 hektare (Ha). Dalam aksinya itu ia memboyong jajaran TNI Angkatan Laut.
Penjagaan hutan lindung sepanjang waktu oleh personel Dinas Kehutanan Kalsel dan Lanal Banjarmasin.
Muhidin mengatakansuplai air dari saluran pembuang irigasi. Menurutnya karena pasang surut siang bisa diambil, malam surut kembali. “Jadi kalau nanti siang dia pasang kita ambil, kita masukkan ke saluran-saluran yang ada. Dialirkan ke lahan-lahan. Air sudah teratur dan baik di daerah sini,” katanya.
Hasil peninjauan menunjukkan proses pembasahan lahan di kawasan ini berjalan dengan baik. Air terus dialirkan melalui kanal-kanal kecil untuk menjaga kelembapan lahan dan mengantisipasi munculnya titik api.
“Alhamdulillah, di lokasi hutan lindung ini pembasahannya sangat bagus. Aliran air terus kita alirkan ke kanal-kanal kecil yang ada di kawasan sini,” ucap Muhidin.
Ketersediaan air menjadi faktor penting dalam upaya pencegahan karhutla. Para relawan memanfaatkan air yang tersedia dengan melakukan pemompaan untuk mengalirkannya ke jaringan irigasi dan kanal di sekitar kawasan.
Meski pembasahan lahan berjalan baik, petugas dan relawan tidak boleh lengah. Penanganan harus segera setiap kemunculan api agar tidak berkembang dan meluas.
“Sebelum kami sampai ke sini, ternyata di jalan kami menemukan titik api. Dan kami padamkan bersama relawan,” katanya.
Berdasarkan peta penanganan karhutla, wilayah yang menjadi fokus penanganan di kawasan Hutan Lindung Lianganggang dan sekitarnya mencapai kurang lebih 167,68 hektare.
Di tengah penanganan karhutla yang masih berlangsung, H. Muhidin berharap hujan segera turun di di Kalsel. Menurutnya, hujan akan sangat membantu pembasahan lahan sekaligus mengurangi potensi munculnya kembali titik api.





