KALSELMAJU.COM, BANJARMASIN – Kolam bermain anak di kawasan Taman Satwa dan Edukasi, Jalan Jahri Saleh, Banjarmasin, resmi diperkenalkan kepada masyarakat setelah peresmian oleh Wali Kota Banjarmasin Muhammad Yamin, Minggu (30/8/2026).
Namun, fasilitas yang menelan anggaran Rp2,9 miliar dari APBD Kota Banjarmasin itu masih menyisakan sejumlah pekerjaan pendukung.
Pantauan di lokasi menunjukkan kolam bermain sudah dapat berfungsi bagi pengunjung, terutama anak-anak. Di sekitar wahana, sejumlah bagian belum sepenuhnya tertata. Paving block belum seluruhnya terpasang dan material pekerjaan masih terlihat di beberapa titik.
Kondisi tersebut menjadi perhatian karena fasilitas itu peruntukkannya bagi anak-anak sehingga aspek kenyamanan dan keamanan perlu menjadi prioritas.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Banjarmasin, Yuliansyah Effendi, memastikan kolam bermain aman digunakan meski masih terdapat pekerjaan perapian.
“Insya Allah aman, karena kita memperhatikan standar itu,” kata Yuliansyah.
Ia menjelaskan, peresmian tersebut belum berarti wahana langsung beroperasi penuh setiap hari. Pengelola masih menyelesaikan sejumlah pembenahan sebelum membuka fasilitas untuk masyarakat secara resmi.
Menurut Yuliansyah, pekerjaan pembangunan berdasarkan kontrak telah selesai pada 27 Agustus 2026. Adapun pekerjaan yang masih terlihat di lapangan merupakan proses perapian di luar pekerjaan utama kontrak.
“Sudah selesai. Namun di luar dari kontrak itu memang harus dirapikan,” ujarnya.
DKP3 memperkirakan wahana baru akan beroperasi untuk umum pada Oktober atau November 2026. Saat resmi buka, pengunjung akan terkena tarif Rp10 ribu per orang.
Meski belum sepenuhnya tertata, masyarakat terlihat antusias mencoba fasilitas tersebut pada hari peresmian. Pengunjung bahkan dapat menikmati wahana secara gratis.
Salah seorang pengunjung, Muhammad Syafruddin, mengaku senang dengan hadirnya kolam bermain tersebut karena memberikan ruang bermain bagi anak-anak.
“Bagus, lumayan membantu dan memberikan kesenangan pada anak-anak,” ujarnya.
Namun, Syafruddin juga menilai sejumlah bagian fasilitas masih perlu penyelesaian.
“Sebenarnya belum rampung betul, masih 80 persen lagi. Mungkin harus diselesaikan,” pungkasnya.





