Panaskan Kembali Arena Panjat Tebing, FPTI Banjarmasin Siapkan Sirkuit se-Kalsel

oleh
Panjat Tebing
Pengurus FPTI Kota Banjarmasin saat menggelar rapat - foto : Pribadi Humas FKPTI Banjarmasin
Spread the love

KALSELMAJU.COM,BANJARMASIN – Pengurus Kota (Pengkot) Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Banjarmasin periode 2026–2030 langsung tancap gas.

Pengurus baru menyiapkan sejumlah agenda untuk menghidupkan panjat tebing di Kota Seribu Sungai.

Ketua Umum FPTI Banjarmasin, Ahmad Zazuli, mengawali kegiatan dengan menemui Ketua KONI Banjarmasin, Hermansyah,di Sekretariat KONI Banjarmasin, Jumat (7/8/2026).

Pertemuan itu bukan sekadar silaturahmi. Pengurus baru FPTI Banjarmasin sekaligus menyampaikan susunan kepengurusan periode 2026–2030 dan mematangkan sejumlah agenda strategis, termasuk pelaksanaan Sirkuit 2 Bamara Sport Climbing Competition 2026 se-Kalimantan Selatan.

Rencananya kegiatan akan berbarengan dengan pelantikan pengurus baru FPTI Banjarmasin yang berlangsung pada 27–30 Agustus 2026 di Venue Panjat Dinding GOR Hasanuddin HM.

Ketua Umum KONI Kota Banjarmasin, Hermansyah, menyambut positif gerak cepat kepengurusan baru FPTI Banjarmasin. Menurutnya, langkah tersebut menjadi sinyal positif bagi kebangkitan cabang olahraga panjat tebing yang sebelumnya cukup lama vakum.

“Kami sangat mengapresiasi langkah Pengkot FPTI Banjarmasin yang langsung bergerak setelah terbentuk. Ini menjadi gebrakan yang baik setelah sekian lama cabor ini mati suri,” ujar Hermansya.

Hermansyah Minta Konsisten Gelar Pembinaan

Hermansyah mengingatkan, bahwa kebangkitan sebuah cabang olahraga tidak cukup hanya dengan membentuk kepengurusan atau menggelar event. Dibutuhkan kerja bersama seluruh pengurus agar program pembinaan dapat berjalan secara konsisten.

“Semua pengurus harus aktif menjalankan tugasnya. Jangan sampai hanya beberapa orang yang bekerja. Evaluasi harus terus dilakukan agar organisasi berkembang dan mampu mencetak prestasi yang lebih baik,” tegasnya.
Menurut Hermansyah, soliditas organisasi menjadi salah satu kunci agar pembinaan atlet dapat berjalan secara berkelanjutan. Terlebih, FPTI Banjarmasin memiliki pekerjaan besar untuk kembali menyiapkan atlet yang mampu bersaing pada kejuaraan tingkat daerah hingga nasional.

Sementara itu, Ketua Umum Pengkot FPTI Banjarmasin, Ahmad Zazuli, mengatakan silaturahmi dengan KONI menjadi bagian dari langkah awal memperkuat koordinasi sekaligus membangun dukungan terhadap program kerja kepengurusan baru.

Ia menegaskan, FPTI Banjarmasin tidak ingin momentum kebangkitan ini berhenti pada pelantikan maupun penyelenggaraan kompetisi semata.

“Melalui kepengurusan periode 2026–2030, FPTI Banjarmasin menargetkan pembinaan atlet yang lebih terstruktur. Sehingga mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi yang dapat mengharumkan nama Kota Banjarmasin di tingkat provinsi maupun nasional,” ujar Zazuli.

Ia menyebut Sirkuit 2 Bamara Sport Climbing Competition 2026 sebagai salah satu langkah awal untuk kembali menghidupkan atmosfer kompetisi panjat tebing di Kalimantan Selatan.

Targetnya pun tidak berhenti pada ramainya kembali arena panjat dinding, tetapi berujung pada lahirnya atlet-atlet Banjarmasin yang mampu berbicara di level lebih tinggi.

Visited 1 times, 1 visit(s) today