KALSELMAJU.COM, BANJARBARU – Pascakecelakaan maut di ruas Jalan Alternatif Banjarbaru-Batulicin. Pemerintah meningkatkan fasilitas keselamatan jalan.
Kasi Pembinaan Teknis Jalan dan Jembatan, Misna Uttri Wiharti, menyampaikan keprihatinannya atas peristiwa tersebut.
Dinas PUPR juga telah mengikuti rapat koordinasi dan melakukan peninjauan langsung ke lokasi bersama Polda Kalsel, Polres Tanahbumbu, Dinas Perhubungan, serta pemerintah setempat pascakecelakaan yang terjadi.
Dalam peninjauan itu, Dinas PUPR Kalsel memaparkan kondisi geometrik jalan beserta kelengkapan prasarana pendukung di lokasi kecelakaan.
Hasil evaluasi menunjukkan kondisi ruas jalan berada dalam keadaan baik, dengan permukaan jalan mulus tanpa kerusakan, lintasan lurus, tersedia bahu jalan, serta ada marka jalan.
“Seluruh hasil peninjauan kami sampaikan sebagai bahan evaluasi bersama,” kata Misna mewakili Kepala Dinas PUPR Kalsel, Yasin Toyib.
“Meski demikian, kami akan menambah sejumlah fasilitas keselamatan sebagai langkah antisipasi,” sambungnya.
Upaya tersebut meliputi pemasangan rambu-rambu lalu lintas, papan imbauan, serta peningkatan penerangan jalan berkoordinasi dengan dinas perhubungan dan pemerintah daerah.
Selain peningkatan infrastruktur, masyarakat juga harus lebih berhati-hati saat melintasi jalan alternatif Banjarbaru–Batulicin yang memiliki karakteristik pegunungan dengan tanjakan, turunan dan tikungan.
“Pengendara harus mematuhi batas kecepatan. Pada jalur lurus maksimal 60 kilometer per jam, sedangkan di tikungan maksimal 40 kilometer per jam,” imbau Misna.
Kepatuhan terhadap batas kecepatan menjadi salah satu kunci keselamatan. Dinas PUPR Kalsel juga tengah melaksanakan perbaikan geometrik jalan di sejumlah titik rawan.
Pertama di titik Kelok 12 dan kedua di Gunung Papua. Melalui dukungan pemerintah pusat. Sementara di titik Bunglai dan Temunih menggunakan APBD provinsi.
Progres pekerjaan yang didanai APBD saat ini telah melampaui 40 persen dan ditargetkan selesai sesuai jadwal. Secara bertahap, Dinas PUPR Kalsel juga terus memasang rambu peringatan, rambu pengarah, dan rambu batas kecepatan di sepanjang ruas jalan tersebut.
Selain itu, koordinasi dengan PLN terus dilakukan untuk mendukung penyediaan jaringan listrik sebagai penunjang pembangunan penerangan jalan umum (PJU) di ruas Banjarbaru–Batulicin.





