DKP3 Banjarbaru Siapkan Strategi Hadapi Kemarau, Pertanian dan Peternakan Dapat Dukungan Khusus

oleh
Pertanian dan Peteranakan Banjarbaru mendapat dukungan teknologi menghadapi musim kemarau. Foto : Istimewa
Spread the love

KALSELMAJU.COM, BANJARBARU – Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kota Banjarbaru mulai memperkuat langkah antisipasi menghadapi musim kemarau. Guna menjaga produktivitas sektor pertanian dan peternakan

Dengan menyiapkan sejumlah strategi. Mulai dari pemetaan daerah rawan kekeringan, penyesuaian pola tanam. Hingga penyediaan sarana pendukung bagi petani dan peternak dengan menekan dampak musim kering.

Sekretaris DKP3 Banjarbaru Wiwien Robiaty mengatakan, pihaknya telah menginventarisasi berbagai data pendukung. Seperti riwayat wilayah terdampak kekeringan, ketersediaan sumber air, kondisi air, luas lahan tanam, hingga kawasan tadah hujan. Data tersebut menjadi dasar dalam menentukan langkah penanganan selama musim kemarau.

“Kalender tanam juga kami sesuaikan dengan prakiraan musim. Petani harus mempercepat masa tanam sebelum puncak kemarau serta melakukan diversifikasi komoditas, tidak hanya padi tetapi juga palawija,” katanya.

Sebagai bentuk dukungan, DKP3 menyalurkan benih tanaman yang lebih tahan terhadap kondisi minim air. Seperti varietas padi gogo dan berbagai benih palawija.

Selain itu, petani yang mengalami kesulitan air dapat memanfaatkan pompa air milik Brigade Alat dan Mesin Pertanian (Alsin) Banjarbaru melalui skema pinjam pakai.

Di sektor peternakan, perhatian berfokus pada ketersediaan air minum, kecukupan pakan, serta pengelolaan lingkungan kandang agar ternak tidak mengalami stres akibat suhu tinggi.

Menurut Wiwien, kebutuhan air minum ternak saat musim kemarau dapat meningkat hingga dua kali lipat. Dari kondisi normal. Karena itu, peternak harus menyiapkan cadangan air melalui sumur bor, pompa air, maupun penampungan air bersih. Sebagai langkah antisipasi apabila sumber air permukaan mengering.

Teknologi Hijauan untuk Petani dan Peternak

Untuk menjamin ketersediaan pakan, DKP3 juga mendorong peternak menerapkan teknologi pengawetan hijauan melalui metode silase dan hay. Cara tersebut memungkinkan stok pakan tetap tersedia dalam waktu lama meski sulit memperoleh rumput.

“Peternak juga harus menanam hijauan yang lebih tahan terhadap cuaca kering seperti rumput gajah, rumput odot, maupun jagung pakan agar kebutuhan pakan tetap terpenuhi,” ucap Wiwien.

Selain pakan dan air, kondisi kandang juga menjadi perhatian. DKP3 mengimbau peternak menjaga sirkulasi udara tetap baik dengan ventilasi terbuka, memasang blower atau kipas angin, serta mengurangi panas dari atap kandang menggunakan cat berwarna putih atau lapisan insulasi.

“Pastikan kandang memiliki sistem ventilasi terbuka. Gunakan blower atau kipas angin berukuran besar untuk membantu menurunkan suhu di dalam kandang,” jelasnya.

Ia menambahkan, pemberian vitamin dan elektrolit melalui air minum juga dianjurkan guna menjaga daya tahan tubuh ternak selama menghadapi cuaca panas berkepanjangan.

“Semoga produktivitas pertanian dan peternakan tetap terjaga meski musim kemarau berlangsung, sekaligus meminimalkan risiko kerugian yang dialami petani dan peternak,” harapnya.

Visited 1 times, 1 visit(s) today