KALSELMAJU.COM, BANJARBARU – Keluarga dan warga menyambut kepulangan jemaah haji asal Kecamatan Cempaka Kota Banjarbaru, Kamis (18/6/2026), dengan penuh kehangatan. Suasana emosional bercampur bahagia terasa kuat saat para jemaah tiba setelah menunaikan ibadah di Tanah Suci.
Prosesi penyambutan berlangsung khas melalui tradisi Bategang, sebuah budaya turun-temurun masyarakat setempat. Tradisi ini menjadi simbol rasa syukur sekaligus ajang mempererat silaturahmi antara jemaah dengan keluarga maupun warga sekitar.
Setibanya di kampung halaman, para jemaah terlebih dahulu mengikuti prosesi penyambutan sebelum memasuki rumah. Iringan sinoman hadrah menggema, mengantar langkah para jemaah dapat sambutan antusias oleh masyarakat yang telah menunggu sejak lama.
Penampilan para jemaah turut menambah semarak suasana. Kaum perempuan mengenakan busana haji berwarna cerah, sementara laki-laki tampil dengan pakaian bernuansa Timur Tengah. Kehangatan semakin terasa ketika keluarga satu per satu menyalami dan memeluk jemaah, dan doa-doa penuh harap mengiringi.
Salah satu jemaah H Muhammad Leisi, mengungkapkan rasa syukur setelah kembali ke tanah air usai menjalani rangkaian ibadah haji selama lebih dari satu bulan.
“Alhamdulillah bisa kembali berkumpul dengan keluarga. Sambutan masyarakat sangat luar biasa, ini menjadi pengalaman yang sangat mengharukan,” ungkapnya.
Ia juga menilai tradisi Bategang sebagai bagian penting dari identitas budaya lokal.
Staf Ahli Wali Kota Sambut Kedatangan Jemaah Haji Cempaka
Staf Ahli Wali Kota Banjarbaru Bidang Hukum dan Politik Marhain Rahman, yang hadir dalam penyambutan tersebut, menyampaikan dukungan pemerintah terhadap pelestarian tradisi lokal.
Menurutnya, Bategang bukan sekadar seremoni, melainkan sarat makna kebersamaan dan rasa syukur. Bahkan, setelah prosesi tersebut, para jemaah biasanya melanjutkan dengan ziarah ke makam keluarga sebelum kembali ke rumah.
“Ini bentuk penghormatan kepada leluhur sekaligus memperkuat nilai-nilai spiritual dan sosial di masyarakat,” ujarnya.
Pemerintah Kota Banjarbaru, lanjutnya, berkomitmen untuk terus menjaga dan mengembangkan tradisi daerah agar tetap lestari dan dikenal lebih luas.
Ia pun berharap para jemaah haji yang telah kembali dapat menjadi teladan di tengah masyarakat serta menjaga nilai-nilai kebaikan yang diperoleh selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.





