Empat Ekor Sapi Dikurbankan, Tahura Sultan Adam Pererat Silaturahmi dengan Warga

oleh
Petugas Tahura Sultan Adam sebelum melakukan penyembelihan salah satu hewan kurban. Foto : Istimewa
Spread the love

KALSELMAJU.COM, MARTAPURA – Semangat kebersamaan dan kepedulian sosial mewarnai pelaksanaan ibadah kurban di kawasan Tahura Sultan Adam pada Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah.

Penyembelihan hewan kurban berlangsung di dua lokasi. Kawasan Tahura Sultan Adam Mandiangin dan Dusun Sungai Luar, Desa Tiwingan Baru. Suasana khidmat dan penuh kebersamaan tampak selama rangkaian kegiatan. Mulai dari penyembelihan hingga pendistribusian daging kurban kepada warga yang berhak menerima.

Pada tahun ini, pihak Tahura menyembelih sebanyak empat ekor. Hewan kurban tersebut berasal dari dukungan Dinas Kehutanan Kalimantan Selatan, PT BRE. Serta partisipasi para karyawan Tahura yang turut berkontribusi dalam pelaksanaan ibadah kurban.

Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi bagian dari pelaksanaan syariat Islam. Tetapi juga menjadi sarana memperkuat nilai-nilai gotong royong dan solidaritas di lingkungan Tahura.

Keterlibatan berbagai pihak menunjukkan adanya sinergi yang baik dalam membangun kepedulian sosial, khususnya bagi masyarakat yang berada di sekitar kawasan konservasi.

Setelah proses penyembelihan selesai. Tahura Sultan Adam juga membagikan daging kurban kepada masyarakat sekitar. Pembagian berlangsung secara tertib agar manfaat kurban dapat terasa secara merata oleh penerima.

“Momentum Iduladha memiliki makna penting dalam memperkuat hubungan sosial antara pengelola kawasan dan masyarakat,” kata Kepala Dinas Kehutanan Kalsel, Fathimatuzzahra.

Selain menjalankan fungsi utama sebagai kawasan konservasi yang berperan menjaga kelestarian alam dan keanekaragaman hayati, Tahura Sultan Adam juga berkomitmen untuk terus hadir melalui berbagai kegiatan sosial dan keagamaan yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

Melalui pelaksanaan kurban ini, harapannya semangat berbagi, kebersamaan, dan kepedulian dapat terus terjaga serta menjadi bagian dari upaya membangun hubungan harmonis antara pengelola kawasan hutan dengan masyarakat sekitar.

“Nilai-nilai tersebut dinilai sejalan dengan tujuan pengelolaan kawasan konservasi yang tidak hanya berorientasi pada pelestarian lingkungan, tetapi juga pemberdayaan dan kesejahteraan masyarakat,” tutupnya.

Visited 1 times, 1 visit(s) today