DKP3 Banjarmasin Pastikan Hewan Kurban Sehat, Tim Dokter Hewan Disiagakan di 5 Kecamatan

oleh
oleh
Spread the love

KALSELMAJU.COM, BANJARMASIN – Menjelang Hari Raya Iduladha 2026, Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Banjarmasin memastikan stok hewan kurban dalam kondisi aman, sehat, dan mencukupi kebutuhan masyarakat.

Kepala UPTD Rumah Potong Hewan (RPH) DKP3 Kota Banjarmasin, Annang Dwijatmiko, mengatakan DKP3 telah membentuk tim pemeriksaan hewan kurban yang akan bertugas di lima kecamatan.

Tim tersebut juga melibatkan dokter hewan dari Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia.

“Tim akan melakukan pemeriksaan antemortem sebelum penyembelihan dan post mortem setelah pemotongan hewan. Guna memastikan hewan kurban layak dan aman dikonsumsi masyarakat,” ujarnya, Senin (25/6/2026).

Menurut Annang, stok hewan kurban di Kota Banjarmasin mencukupi. Dengan ketersediaan hampir 2.000 ekor sapi dan sekitar 2.500 ekor kambing.

Ia memastikan kondisi hewan kurban yang beredar masih sehat dan aman. Pemeriksaan kesehatan terus berjalan di lapak pedagang maupun kandang penampungan hewan.

“Namun ada beberapa hewan kurban yang mengalami kelelahan fisik akibat perjalanan pengiriman dari luar pulau,” katanya.

Sebagai langkah pencegahan penyakit, DKP3 melakukan penyemprotan desinfektan di kandang penampungan, pemberian vitamin, hingga vaksinasi hewan kurban.

Pemeriksaan kesehatan sendiri telah sudah sejak tiga minggu sebelum Iduladha. Tepatnya saat stok hewan mulai masuk ke Kota Banjarmasin.

Hewan Kurban Harus Sehat Secara Fisik

Annang menjelaskan, hewan kurban yang layak harus memenuhi sejumlah syarat, di antaranya sehat secara fisik. Aktif bergerak, memiliki nafsu makan baik, mata cerah, hidung lembab, bulu tidak kusam, serta tidak memiliki luka maupun cacat fisik.

Selain itu, hewan juga harus memenuhi syarat usia sesuai ketentuan syariat Islam.

“Yang paling penting hewan harus bebas dari penyakit,” tegasnya.

Pengawasan penyembelihan akan berlaku di hari H Iduladha hingga H+3. Tim pengawas juga dibekali pengetahuan terkait tata cara penyembelihan sesuai syariat, prinsip kesejahteraan hewan, hingga penanganan jika ditemukan kelainan saat pemeriksaan.

Ia mengimbau masyarakat dan panitia kurban lebih selektif memilih hewan kurban serta segera melapor jika menemukan kondisi mencurigakan sebelum maupun sesudah penyembelihan.

“Pilih hewan yang sudah diperiksa petugas atau dokter hewan dan memiliki surat keterangan sehat,” pungkasnya.

Visited 1 times, 1 visit(s) today