Doa Menggema di Tahura Sultan Adam, Ikhtiar Cegah Karhutla saat Kemarau

oleh
Doa bersama dalam rangka ikhtiar segah karhutal di kawasan Tahura Sultan Adam. Foto : Dinas Kehutanan Kalsel
Spread the love

KALSELMAJU.COM, MARTAPURA – Menjelang musim kemarau, pengelola Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Adam menggelar kegiatan doa Bersama. Sebagai bentuk ikhtiar menjaga kelestarian lingkungan dan cegah terjadinya kerusakan hutan, khususnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Sebagai penceramah, Ahmad Basuni mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan alam sebagai bagian dari tanggung jawab bersama.

Ia menjelaskan bahwa dapat memulai kepedulian terhadap lingkungan dari hal sederhana, seperti menanam pohon yang manfaatnya dapat untuk orang banyak.

“Menanam pohon termasuk amal jariyah karena memberi manfaat jangka panjang. Mulai dari menghasilkan udara yang baik, menjaga sumber air, hingga menciptakan keteduhan bagi lingkungan,” katanya.

Menurutnya, kelestarian alam hanya dapat terjaga apabila masyarakat memiliki kepedulian dan kesadaran untuk melindungi lingkungan secara bersama-sama demi keberlanjutan generasi mendatang.

Kepala Dinas Kehutanan Kalsel, Fathimatuzzahra, mengatakan upaya menjaga lingkungan tidak hanya fokusk pada pencegahan karhutla, tetapi juga seluruh bentuk kerusakan alam yang berpotensi mengganggu ekosistem kawasan hutan.

Kawasan Tahura Sultan Adam memiliki wilayah yang sangat luas dan tahun ini kemungkinan menghadapi musim kemarau cukup panjang berdasarkan prakiraan BMKG.

Karena itu, keterlibatan seluruh pihak sangat penting dalam upaya pencegahan dini.

“Masyarakat segera melapor apabila menemukan tanda-tanda kebakaran agar penanganan bisa lebih cepat sebelum api meluas,” imbaunya.

Ia juga mengingatkan kejadian karhutla pada 2023 lalu yang sempat menyebabkan kawasan wisata ditutup dan berdampak terhadap aktivitas masyarakat sekitar.

“Kami berharap kejadian serupa tidak kembali terulang pada musim kemarau tahun ini. Doa bersama ini adalah salah satu ikhtiar penting, cegah karhutla selain antispasi lainya,” tandas kadishut.

Visited 1 times, 1 visit(s) today