Pilot Project Jagung Kalsel Dimulai di Tanahlaut, Petani: Kami Lebih Fokus Bertani

oleh
oleh
Spread the love

KALSELMAJU.COM, PELAIHARI – Kabupaten Tanahlaut (Tala) melangkah serius menuju swasembada jagung nasional. Pemerintah daerah menggelar penanaman jagung serentak Kuartal I Tahun 2026 di Desa Banyu Irang, Kecamatan Bati-Bati, Sabtu (7/3/2026).

Dalam kegiatan ini hadir Kapolda Kalimantan Selatan, Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan, Bupati Tanahlaut, H Rahmat Trianto, Kapolres Tala, AKBP Ricky Boy Siallagan, jajaran Forkopimda, serta kelompok tani setempat.

Bupati Tanahlaut, H Rahmat Trianto, menyambut hangat penunjukan Tanahlaut sebagai pilot project sentra jagung Kalimantan Selatan. Menurutnya, dukungan kepolisian dan Pemerintah Provinsi menjadi momentum krusial untuk mengembalikan kejayaan jagung di Bumi Tuntung Pandang.

Rahmat mengungkapkan, pada 2020 luas tanam jagung di Tanahlaut mencapai 2.759 hektare dengan produksi 235 ribu ton. Namun, pandemi COVID-19 dan ketidakstabilan harga membuat minat petani menurun pada 2021–2023.

“Dengan dukungan program Polda Kalsel dan jaminan harga minimal Rp4.000 per kilogram, kami optimistis jagung Tanahlaut bangkit kembali. Target produksi kami mencapai 200.000 ton per tahun,” tegasnya.

Polda Kalsel Kawal Ketahanan Pangan

Kapolda Kalsel, Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan, menegaskan bahwa penanaman serentak ini merupakan bentuk nyata komitmen Polri dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Polda Kalsel telah memetakan potensi lahan seluas 2.052 hektare. Dari jumlah itu, 900 hektare sudah mulai ditanami.

“Estimasi produksi berada di angka 8 hingga 9 ton per hektare. Hasil panen ini diharapkan memenuhi kebutuhan jagung Kalsel yang mencapai 300 ribu ton per tahun,” jelas Kapolda.

Ia juga menyerahkan ribuan bibit jagung secara simbolis kepada kelompok tani dari berbagai kabupaten di Kalsel. Selain itu, Pemprov Kalsel melalui Sekretaris Daerah, Syarifuddin, turut berharap program ini memberikan manfaat ekonomi langsung bagi masyarakat.

Perwakilan kelompok tani Tanahlaut, Kartono, mengakui bahwa kerja sama dengan kepolisian memberikan rasa aman. Masalah penyimpanan dan pemasaran hasil panen kini sudah ada solusinya. “Kami bisa lebih fokus bertani karena masalah penjualan sudah teratasi,” pungkasnya.

Visited 1 times, 1 visit(s) today