KALSELMAJU.COM, BANJARMASIN – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Banjarmasin menegaskan, operasi penertiban wilayah menjelang bulan suci Ramadan 1447 Hijriah bukan sekadar kegiatan seremonial.
Penertiban tersebut disertai langkah pembinaan berlapis hingga penegakan hukum terhadap pelanggar ketertiban umum. Khususnya, hal ini berlaku bagi mereka yang berulang kali terjaring razia.
Kepala Bidang Pembinaan Masyarakat Satpol PP Kota Banjarmasin, Jahri, mengatakan pendataan menjadi tahapan awal yang sangat penting dalam setiap operasi penertiban.
Seluruh individu yang terjaring, mulai dari pengemis, gelandangan, hingga oknum terduga pekerja seks komersial (PSK), akan kami serahkan kepada instansi terkait. Selanjutnya, mereka akan mendapatkan pembinaan mental dan sosial.
“Pendataan ini penting agar kami mengetahui latar belakang dan riwayat pelanggaran yang bersangkutan. Dari situ baru bisa menentukan pola penanganannya,” ujar Jahri usai kegiatan penertiban pedagang kaki lima, gelandangan dan pengemis (gepeng), anak jalanan, serta preman di kawasan Jalan A Yani, Sabtu (7/2/2026) malam.
Ia menambahkan, Pemerintah Kota Banjarmasin memberikan perhatian khusus kepada pelanggar berulang atau residivis alias “pemain lama”.
Terhadap kelompok tersebut, Satpol PP akan menerapkan langkah yang lebih tegas guna menimbulkan efek jera.
“Setelah pendataan, mereka kami serahkan ke Rumah Singgah Dinas Sosial Kota Banjarmasin untuk pembinaan lebih lanjut. Namun, bagi yang sudah sering terjaring atau langganan, akan kami lakukan isolasi lebih lama,” tegasnya.
Menurut Jahri, isolasi dalam jangka waktu yang lebih panjang di rumah singgah harapanny mampu memutus mata rantai pelanggaran ketertiban umum. Selama ini pelanggaran dilakukan oleh orang-orang yang sama di sejumlah titik rawan di kota.
Selain pendekatan persuasif melalui pembinaan sosial, Satpol PP juga membuka kemungkinan menempuh jalur hukum formal melalui mekanisme tindak pidana ringan (tipiring).
Langkah tersebut, kata Jahri, menjadi sinyal bahwa operasi cipta kondisi menjelang Ramadan benar-benar berjalan serius.
“Kami ingin menciptakan suasana kota yang lebih tertib, aman, dan nyaman menjelang Ramadan. Ini peringatan bagi siapa pun agar tidak menganggap remeh penertiban yang kami lakukan,” pungkasnya.





