KALSELMAJU.COM, BANJARMASIN – Polresta Banjarmasin mengungkap sejumlah kasus yang justru mengalami peningkatan dan menjadi sorotan sepanjang tahun 2025.
“Kasus pemerkosaan dan pembunuhan tercatat meningkat sekitar 2 persen, sementara penganiayaan berat melonjak signifikan dari 21 kasus pada 2024 menjadi 40 kasus di 2025,” ujar Kapolresta Banjarmasin, Kombes Pol Cuncun melalui Kabag Ops Polresta Banjarmasin AKP Supriyanto
Dalam setahun, pihaknya menunjukkan tren penurunan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).
Ia mengatakan pencapaian ini adalah hasil kerja kolektif seluruh personel, termasuk optimalisasi peran Bhabinkamtibmas di tengah masyarakat.
“Penurunan ini menunjukkan upaya Polresta Banjarmasin dalam menjaga stabilitas keamanan berjalan cukup efektif,” kata AKP Supriyanto.
Meski sudah turun, tetapi masih terdapat sejumlah kasus yang justru mengalami peningkatan dan menjadi sorotan sepanjang tahun 2025.
“Kasus pemerkosaan dan pembunuhan tercatat meningkat sekitar 2 persen, sementara penganiayaan berat melonjak signifikan dari 21 kasus pada 2024 menjadi 40 kasus di 2025,” ungkapnya
Pada Januari, publik geger dengan kasus pencabulan di Kecamatan Banjarmasin Selatan.
Bulan Februari, penganiayaan berat terjadi di Kecamatan Banjarmasin Timur. Dan juga kasus terkait minyak atau bahan bakar minyak (BBM) juga sempat mencuat di tengah tahun.
Bulan Juni, terungkapnya kasus pembunuhan berencana, persetubuhan terhadap anak di wilayah Banjarmasin Timur, serta kasus pembunuhan lainnya.
Menjelang akhir tahun, perhatian publik kembali tertuju pada pengungkapan kasus pembunuhan.
“Melibatkan oknum anggota kepolisian,” imbuhnya.
270 Kasus Narkoba di Banjarmasin
Selain itu, peredaran narkoba juga menjadi perhatian utama. Kasus narkoba menunjukkan peningkatan dari 220 kasus pada 2024 menjadi 270 kasus di 2025.
Namun demikian, peningkatan ini disebut sebagai indikator optimalnya kinerja pengungkapan oleh jajaran Polresta Banjarmasin.
“Ini menunjukkan anggota bekerja maksimal, namun di sisi lain juga menggambarkan peredaran narkoba masih marak,” jelas AKP Supriyanto.
Menariknya, Polresta Banjarmasin berhasil mengungkap kasus narkotika jenis ganja, yang tidak ditemukan sama sekali pada tahun sebelumnya.
Lebih lanjut, kecelakaan lalu lintas di kota Banjarmasin juga mengalami peningkatan dari 58 kasus pada 2024 menjadi 66 kasus di 2025, sehingga menjadi salah satu fokus evaluasi ke depan.
Di tengah berbagai tantangan tersebut, Polresta Banjarmasin juga menorehkan prestasi nasional dengan meraih peringkat kedua terbaik se-Indonesia dalam lomba video Pamata.
Sementara itu, Kapolresta Banjarmasin menegaskan, ke depan pihaknya akan terus menekan angka kriminalitas melalui berbagai pendekatan, mulai dari patroli rutin, bakti sosial, sosialisasi hukum, hingga pembinaan masyarakat melalui Bhabinkamtibmas.
“Upaya pencegahan dan kedekatan dengan masyarakat akan terus kami perkuat agar keamanan dan ketertiban di Kota Banjarmasin tetap terjaga,” tutupnya.





