Lonjakan Kasus DBD di Banjarmasin Picu Krisis Stok Trombosit, PMI Kewalahan Penuhi Permintaan

oleh
oleh
Spread the love

KALSELMAJU.COM, BANJARMASIN – Di tengah musim penghujan, jumlah kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Banjarmasin terus meningkat. Kondisi tersebut berdampak langsung pada melonjaknya kebutuhan transfusi trombosit di rumah sakit.

Sayangnya, peningkatan permintaan ini tidak diimbangi dengan ketersediaan stok trombosit di Unit Donor Darah (UDD) PMI Kota Banjarmasin.

Kepala UDD PMI Kota Banjarmasin, dr. Aulia Ramadhan Supit, M.Biomed, FISQUA, mengungkapkan bahwa saat ini stok darah, khususnya trombosit, berada dalam kondisi sangat minim.

Rama ini menyebutkan bahwa pihaknya bahkan kewalahan menghadapi tingginya permintaan dalam beberapa hari terakhir.

“Di musim penghujan ini kami benar-benar kalang kabut. Tadi malam saja kami menerima permintaan hingga 65 kantong trombosit,” ujarnya, Selasa (16/12/2025).

Menurut Rama, pemenuhan trombosit bukanlah hal mudah. Pasalnya, trombosit memiliki masa kedaluwarsa yang sangat singkat, hanya empat hari.

Selain itu, trombosit hanya dapat diproduksi dari darah segar yang waktu pengolahannya tidak boleh lebih dari 15 menit setelah pengambilan.

“Inilah yang menjadi kendala utama kami. Karena itu kami berharap masyarakat tidak berhenti mendonorkan darahnya, apalagi ini juga sebagai persiapan menjelang Natal dan Tahun Baru,” jelasnya.

Ia juga berharap adanya dukungan dari Pemerintah Kota Banjarmasin melalui surat edaran atau imbauan resmi kepada masyarakat untuk aktif mendonorkan darah.

Pasalnya, kebutuhan trombosit saat ini sangat tinggi, terutama bagi pasien DBD.

“Pasien yang sudah terdiagnosis DBD sangat membutuhkan trombosit karena penyakit ini kerap menyebabkan perdarahan. Untuk mengantisipasi hal itu, kami sudah melakukan berbagai upaya maksimal, termasuk memanggil kembali para pendonor agar darahnya bisa kami olah menjadi trombosit,” terangnya.

Meski kondisi saat ini belum bisa dikategorikan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB), Rama mengakui bahwa lonjakan permintaan trombosit terjadi secara tiba-tiba dan menumpuk dalam waktu singkat.

“Dua hari sebelumnya tidak ada permintaan signifikan. Namun tiba-tiba tadi malam masuk permintaan 65 kantong, dan belum semuanya bisa kami penuhi. Mudah-mudahan hari ini seluruh permintaan tersebut dapat terpenuhi,” pungkasnya.

Visited 1 times, 1 visit(s) today