KALSELMAJU.COM, MARTAPURA – Suasana religius mulai terasa kental di kawasan Sekumpul, Martapura, Kabupaten Banjar, dua pekan menjelang pelaksanaan haul ke-21 KH Muhammad Zaini bin Abdul Ghani (Guru Sekumpul) yang jatuh pada 5 Rajab 1447 Hijriah.
Pantauan kalselmaju.com, kegiatan maulid rutin malam Senin di Musala Ar-Raudah, Kompleks Sekumpul, Ahad (14/12/2025) malam, tampak lebih ramai dari pekan-pekan sebelumnya. Ribuan jemaah dari berbagai daerah mulai memadati kawasan tersebut.
Kepadatan jemaah ini menjadi penanda meningkatnya arus kedatangan peziarah menjelang puncak haul ulama kharismatik asal Tanah Banjar tersebut.
Rangkaian kegiatan maulid rutin malam Senin di Musala Ar-Raudah akan serupa dengan susunan acara haul Guru Sekumpul. Acara mulai sejak salat Asar berjemaah, pemutaran video ceramah almarhum Guru Sekumpul, doa-doa, zikir, selawat, serta amalan-amalan khusus yang beliau ajarkan.
Usai salat Magrib berjemaah, jemaah melanjutkan wirid, pembacaan Surat Yasin dan Al-Waqiah. Kegiatan kemudian berakhir dengan pembacaan maulid Nabi, doa maulid, dan doa bersama.
Perbedaan utama antara kegiatan rutin malam Senin dengan pelaksanaan haul terletak pada doa penutup. Pada haul Guru Sekumpul, doa haul dibacakan secara khusus sebagai penanda puncak acara.
Salah satu jemaah, Muhammad Rifky, mengaku hampir setiap pekan datang ke Sekumpul untuk mengikuti kegiatan rutin malam Senin.
“Kami biasanya datang bersama rombongan satu kampung,” ujar warga Desa Tirik, Kecamatan Tapin Tengah, Kabupaten Tapin itu.
Menurut Rifky, untuk pelaksanaan haul nanti, ia berencana berangkat lebih awal dan tidak bersama rombongan besar guna menghindari kemacetan.
“Kalau haul biasanya berangkat sendiri supaya tidak terlalu terjebak macet. Insyaallah saya tetap hadir saat haul Abah Guru,” tutup pria yang memiliki satu anak tersebut.





