KALSELMAJU.COM, BANJARMASIN – Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menggelar Banua Coffee Festival 2025, yang menjadi salah satu program unggulan dalam rangkaian Banua Creative 2025.
Kepala Dinas Pariwisata Kalsel, Iwan Fitriady, melalui Kepala Seksi Pengembangan Ekonomi Kreatif, Muhammad Fathurrahman, Jumat (5/12/2025),menjelaskan bahwa Kalsel ingin menempatkan diri sebagai pusat kegiatan kopi yang tidak hanya mempertemukan para penikmat kopi, tetapi juga memperkuat kualitas para pelaku industri dari hulu ke hilir.
“Festival ini menjadi momentum untuk membangun ekosistem kopi Banua yang lebih profesional, kreatif, dan berdaya saing nasional,” ujarnya.
Banua Coffee Festival 2025 berlangsung selama tiga hari, 5–7 Desember 2025, di Gedung Sultan Suriansyah Banjarmasin. Salah satu magnet utamanya ialah kehadiran Juara 1 Kompetisi Manual Brew Tingkat Nasional yang akan berbagi wawasan melalui sesi talkshow.
“Kita menghadirkan langsung juara nasional agar pelaku kopi bisa belajar teknik seduh presisi dan konsistensi kualitas, serta bagaimana membangun storytelling produk jasa kopi yang lebih bernilai,” jelas Fathurrahman.
Banua Coffee Festival Kerjasama Idaman Coffee Community
Festival ini juga menggandeng IDAMAN Coffee Community dan Morning Art Media Creative dalam penyelenggaraan dua kompetisi utama.
Latte Art Competition, yang menampilkan kreativitas visual dan estetika para barista.
Manual Brew Competition, yang menantang peserta menampilkan kemampuan menyeduh kopi dengan menonjolkan karakter biji kopi lokal.
“Melalui turnamen ini, kita ingin mengangkat standar kompetisi kopi lokal sehingga memberi dampak pada peningkatan kualitas pelaku industri,” tambahnya.
Lebih dari 15 tenant kopi terkurasi berpartisipasi dalam festival ini. Membawa beragam karakter rasa kopi dari berbagai daerah di Kalimantan Selatan maupun luar daerah.
Pameran ini dinilai sebagai ruang strategis bagi UMKM kopi untuk memperluas jaringan, pasar, dan memperkenalkan produk unggulan mereka.
Fathurrahman menekankan bahwa festival ini dirancang tidak hanya sebagai panggung hiburan, tetapi juga sebagai wadah edukasi bagi seluruh pelaku usaha kopi.
“Kami ingin ada transfer pengetahuan dari barista dan kompetitor nasional kepada petani, roaster, dan pelaku kedai kopi. Mutu kopi harus meningkat dari hulu ke hilir,” tegasnya.
Ia juga menyoroti pentingnya storytelling dalam jasa penyeduhan kopi.
“Pengalaman menyeduh dan menyajikan kopi harus menjadi produk yang profesional, berkesan, dan memiliki nilai jual lebih tinggi,” ucapnya.





