KALSELMAJU.COM, BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Pariwisata Kalsel memberikan penjelasan terkait pembongkaran sejumlah bangunan. Bangunan tersebut adalah milik Pemerintah Kabupaten Barito Kuala (Batola) di kawasan wisata bawah Jembatan Barito.
Kepala Dinas Pariwisata Kalsel, Iwan Fitriadi, mengatakan pembongkaran tersebut sebagai bagian dari penataan ulang kawasan. Ini merupakan aset milik Pemprov Kalsel dan telah masuk dalam prioritas pengembangan destinasi wisata sesuai masterplan pariwisata daerah.
“Memang ada beberapa bangunan yang dibangun oleh Pemkab Batola di atas lahan tersebut. Lahan itu merupakan milik Pemprov dan masuk zona inti pengembangan kawasan wisata,” jelas Iwan melalui aplikasi WhatsApp, Ahad (23/11).
Menurutnya, langkah pembongkaran tersebut bukan tanpa koordinasi. Dinas Pariwisata Kalsel sebelumnya telah mengundang Pemkab Batola untuk membahas persoalan tersebut, termasuk rencana penataan dan pengembangan kawasan secara menyeluruh.
Dalam dokumen rencana induk pengembangan, sejumlah bangunan yang berdiri saat ini tidak sesuai dengan konsep tata ruang baru. Oleh karena itu, harus ada penertiban guna mendukung penataan yang lebih terarah dan modern.
“Bangunannya memang milik Pemkab, tetapi berdiri di atas lahan milik Pemprov. Karena kawasan ini akan kami kembangkan, maka berdasarkan masterplan, bangunan tersebut ikut terdampak,” terang Iwan.
Ia menambahkan, Pemprov Kalsel saat ini tengah membangun berbagai fasilitas penunjang di kawasan tersebut. Fasilitas tersebut meliputi gazebo, musala, kafe, serta area bermain ramah anak. Seluruh fasilitas ini akan menjadi bagian dari konsep modernisasi destinasi wisata. Konsep ini diharapkan lebih representatif dan nyaman bagi pengunjung.
“Pengembangan kawasan ini menjadi salah satu program strategis untuk meningkatkan daya tarik wisata Kalsel di level nasional,” katanya.
Iwan berharap kawasan wisata bawah Jembatan Barito ke depan dapat menjadi magnet baru pariwisata. Ini sekaligus menjadi ikon pendukung sektor ekonomi kreatif daerah.
Dinas Pariwisata Kalsel memastikan proses penataan akan terus berjalan. Ini melalui koordinasi intensif dengan Pemkab Batola agar pengembangan destinasi ini berjalan lancar dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.





