Balangan Berstatus Siaga Bencana, BPBD Imbau Warga Tidak Membuang Sampah ke Sungai

oleh
oleh
Spread the love

KALSELMAJU.COM, PARINGIN – Pemerintah Kabupaten Balangan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) resmi menetapkan status siaga darurat bencana hidrometeorologi meliputi banjir, angin puting beliung, dan tanah longsor (Batingsor). Status ini berlaku sejak November 2025 hingga akhir Januari 2026.

Penetapan berlaku untuk mengantisipasi meningkatnya potensi bencana akibat puncak musim hujan di wilayah Balangan.

Dalam kegiatan hadir Wakil Bupati Balangan H. Akhmad Fauzi, perwakilan BMKG Kalsel, TNI, Polri, perangkat desa, serta berbagai instansi terkait yang membahas langkah kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem.

Kepala Pelaksana BPBD Balangan, H. Rahmi, mengatakan berdasarkan data BMKG, Balangan saat ini berada pada puncak musim hujan yang berpotensi memicu bencana hidrometeorologi di sejumlah titik rawan.

“Sejak September 2025 kita memasuki awal musim penghujan, dan sekarang berada di puncaknya pada November hingga berlanjut sampai Januari 2026,” ujar Rahmi, Selasa (18/11/2025).

Dengan kondisi tersebut, Pemkab Balangan menetapkan status siaga darurat guna meningkatkan kesiapsiagaan dan mempercepat respons jika terjadi bencana di lapangan.

“Status ini bisa saja berubah apabila situasi mengharuskan,” tambahnya.

Rahmi menyebut beberapa wilayah memiliki potensi banjir cukup tinggi, salah satunya Kecamatan Awayan yang tahun lalu terdampak luapan sungai.

“Potensi banjir sangat bergantung pada intensitas curah hujan. Jika curah hujan masih kategori ringan atau sedang, kemungkinan tidak terjadi banjir,” jelasnya.

Untuk mitigasi, BPBD bersama instansi terkait terus memantau cuaca dan kondisi sungai melalui sistem peringatan dini (Early Warning System/EWS) yang telah dipasang di titik rawan banjir.

Selain itu, Rahmi mengimbau masyarakat menjaga kewaspadaan dengan memantau informasi cuaca terkini melalui BMKG atau kanal resmi BPBD Balangan. Ia juga menekankan pentingnya menjaga lingkungan.

“Jangan membuang sampah sembarangan ke sungai karena dapat memperbesar risiko banjir. Ini penting agar kita bisa mengantisipasi potensi bencana lebih awal,” tegasnya.

Visited 1 times, 1 visit(s) today