KALSELMAJU.COM, BANJARMASIN – Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Banjarmasin, Ichrom Muftezar, angkat suara terkait munculnya gejala panic buying di masyarakat akibat kelangkaan bahan bakar jenis Pertamax minggu terakhir.
Menurutnya, Pemkot Banjarmasin telah menerima laporan bahwa pasokan Pertamax di sejumlah SPBU memang mengalami gangguan sehingga warga sulit mendapatkannya.
Menyikapi kondisi tersebut, pihaknya langsung berkoordinasi dengan Pertamina untuk memastikan agar suplai dapat segera memulihkan suplai.
“Berdasarkan informasi yang kami terima, kondisi Pertamax memang cukup susah di Banjarmasin. Kami sudah berkomunikasi dengan Pertamina, dan pemerintah kota mendorong agar suplai segera dipenuhi dengan kuota yang mencukupi kebutuhan masyarakat,” jelasnya, Senin (17/11/2025).
Tezar menegaskan bahwa Pemkot meminta Pertamina mengantisipasi berbagai kendala distribusi agar kejadian serupa tidak berulang.
“Apa pun kendalanya, kami minta bisa ada antisipasi segera—khususnya terkait Pertamax,” ujarnya.
Ia menyebut laporan terakhir dari Pertamina menunjukkan bahwa kiriman Pertamax ke Banjarmasin belum tiba, sehingga stok di lapangan menipis.
Ia menanmbahkan bahwa Pemkot pun memberikan dukungan penuh agar Pertamina dapat menyelesaikan hambatan distribusi tersebut.
Di tengah kondisi ini, ia juga mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak melakukan pembelian berlebihan.
“Kami minta warga tidak panik. Mudah-mudahan Pertamina dapat segera menindaklanjuti dan suplai kembali normal,” katanya.





