Perkuat Langkah Penurunan Stunting, Pemkab Tanahlaut Patok Target 5 Persen pada 2049

oleh
Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Tanahlaut, Akhmad Hairin, saat membuka kegiatan evaluasi audit kasus stunting. Foto : Diskominfosan Tala
Spread the love

KALSELMAJU.COM, PELAIHARI – Pemerintah Kabupaten Tanahlaut (Pemkab Tala) melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) menggelar Evaluasi Audit Kasus Stunting (AKS) Semester I Tahun 2025 di Algoritma Café & Resto Pelaihari, Senin (13/10/2025).

Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Tanahlaut, Akhmad Hairin, membuka kegiatan tersebut mewakili Sekretaris Daerah. Sejumlah pemangku kepentingan hadir dalam acara ini. Antara lain Camat Panyipatan, kepala desa, tenaga kesehatan puskesmas, serta Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) tingkat kecamatan dan desa.

Kepala DP3AP2KB Tanah Laut, Maria Ulfah, menjelaskan bahwa evaluasi ini menjadi tindak lanjut dari audit kasus stunting. Audit dilakukan di sejumlah wilayah prioritas, termasuk Desa Kandangan Baru, Kecamatan Panyipatan. Audit tersebut menargetkan calon pengantin, ibu hamil, ibu nifas, dan balita berisiko stunting untuk mengidentifikasi faktor penyebab serta menentukan intervensi yang tepat.

“Evaluasi ini kami lakukan untuk menilai efektivitas audit. Kami juga menemukan kendala di lapangan dan menyusun langkah strategis agar hasilnya bisa ditindaklanjuti secara berkelanjutan,” ujar Maria.

Menurutnya, sepanjang semester pertama 2025, angka prevalensi stunting di Tanah Laut terus menurun. Capaian ini hasil kolaborasi lintas sektor, mulai dari layanan kesehatan, edukasi gizi, hingga intervensi sensitif di tingkat desa.

Dalam sambutannya, Akhmad Hairin menegaskan bahwa upaya menekan angka stunting memerlukan kerja bersama seluruh pihak.

“Stunting bukan sekadar persoalan kesehatan, tetapi juga menyangkut kualitas sumber daya manusia masa depan. Karena itu, kita semua harus berkomitmen dan bergerak bersama untuk menuntaskan masalah ini,” tegasnya.

Hairin menyebut Pemkab Tanah Laut menargetkan penurunan angka stunting hingga 14,4 persen pada 2029 dan 5 persen pada 2049. Ini sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025–2045 menuju Indonesia Emas 2045.

Visited 1 times, 1 visit(s) today