KALSELMAJU.COM, BANJARMASIN – Keberadaan 52 titik hydrant di Kota Banjarmasin yang seharusnya menjadi cadangan penting dalam penanggulangan kebakaran. Ternyata, tidak semuanya berfungsi maksimal.
Banyak hydrant yang tidak berfungsi secara optimal, termasuk yang terpasang di depan Kantor Balai Kota Banjarmasin.
Menurut Kepala Bidang Pencegahan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Banjarmasin, Marliansyah, masalah utama terletak pada distribusi tekanan air yang lemah.
“Hydrant yang berfungsi dengan baik pun hanya ada di beberapa titik. Misalnya, di pusat kota, di kawasan Jalan Ahmad Yani dan Jalan Gatot. Sementara, di daerah lain tekanan air yang lemah dari PAM Bandarmasih membuat banyak hydrant tidak bisa berfungsi maksimal,” ujar Marliansyah, Sabtu (30/8/2025).
Ia menjelaskan, masalah lainnya adalah instalasi yang menyatu dengan pipa saluran air rumah tangga warga.
Hal ini menyebabkan distribusi air ke hydrant terganggu, dan memperburuk kinerja alat pemadam kebakaran tersebut.
“Sepertinya perlu ada sistem distribusi air yang terpisah untuk hydrant agar kinerjanya tidak terhambat oleh saluran air rumah tangga,” kata Marliansyah.
Padahal, dengan semakin berkembangnya kawasan permukiman di Banjarmasin, keberadaan yang berfungsi dengan baik sangat penting. Terutama, di kawasan yang sulit mendapatkan sumber air.
“Hydrant yang berfungsi dengan baik memudahkan petugas pemadam kebakaran dalam merespons darurat, terutama untuk kebakaran skala besar,” lanjutnya.
Sementara itu tambahnya Hydrant sendiri fungsinya untuk memberikan akses cepat dengan pasokan air dalam jumlah besar dan tekanan stabil, yang sangat berguna dalam situasi darurat.
Untuk itu, Disdamkarmat Kota Banjarmasin berencana segera berkoordinasi dengan PAM Bandarmasih. Tujuannya adalah mencari solusi agar sistem pemadam kebakaran ini dapat berfungsi secara optimal.





