KALSELMAJU.COM, BANJARBARU – Setelah melalui beberapa tahapan, Provinsi Kalimantan Selatan resmi menetapkan status siaga darurat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Penetapan itu disampaikan Gubernur Kalsel, H Muhidin dalam rapat koordinasi kesiapsiagaan bencana karhutla, di Gedung Idham Chalid, Banjarbaru, Senin (4/8).
Dua kabupaten dan kota yang sudah menetapkan status siaga darurat menjadi dasar Pemprov Kalsel menyatakan penetapan siaga darurat karhutla. Keduanya adalah Kota Banjarbaru dan Kabupaten Hulu Sungai Selatan.
Kemudian, Pemprov segera mengirimkan surat penetapan status ini ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian Kehutanan dan BMKG.
“Nanti Menteri Lingkungan Hidup dan BNPB rencana akan datang dalam apel siaga darurat karhutla pada 7 Agustus nanti,” ujar Muhidin.
Setelah berstatus siaga darurat karhutla, maka BNPB akan segera mengirimkan bantuan. Jika sesuai usulan, maka bakal datang empat helikopter water bombing dan dua heli patroli.
Adapun bantuan dari BMKG berupa operasi modifikasi cuaca (OMC). Muhidin menyebut, prediksi dari BMKG sendiri menjadi angin segar bagi provinsi ini.
Sebab, pada tanggal 8 hingga 10 Agustus nanti prediksinya akan terjadi hujan ringan di langit Kalsel.
BPBD Kalsel sendiri sudah melakukan beberapa tahapan mitigasi bencana karhutla. Antara lain buka tutup irigasi di Cindai Alus untuk pembasahan lahan gambut di kawasan Bandara Syamsudin Noor (Guntung Damar).
Pembasahan ini lantaran tinggi muka air mulai berkurang. Termasuk melakukan pemetaan titik-titik api yang rawan akan terjadinya karhutla.
Puncak musim kemarau prediksinya terjadi pada Agustus ini. sejumlah titik api pun mulai bermunculan di beberapa daerah di Kalimantan Selatan.





