KALSELMAJU.COM, BANJARMASIN – Meski jumlah warga miskin di Kota Banjarmasin sekitar 15 ribu jiwa, baru sekitar 44 persen di antaranya yang tercatat sebagai penerima Bantuan Sosial (Bansos). Artinya, lebih dari separuh warga miskin belum tersentuh bantuan, meski kebutuhan akan dukungan sosial sangat mendesak.
Kepala Dinas Sosial Kota Banjarmasin, Nuryadi, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyalurkan berbagai bentuk bantuan, mulai dari sembako hingga bantuan tunai.
Namun, ia mengakui belum memiliki data rinci terkait jenis dan jumlah bantuan yang diterima masing-masing warga.
“Untuk rinciannya belum tahu pasti. Namun yang jelas jumlah penerimanya cukup banyak di Banjarmasin,” ujarnya, Senin (4/8).
Meski belum menjangkau semua warga miskin, Dinas mengklaim penyaluran bansos selama ini berjalan tepat sasaran.
Hal ini terbukti, kata Nuryadi, dengan tidak adanya laporan penyalahgunaan bantuan yang masuk sejauh ini.
“Sebelumnya sudah verifikasi lapangan, bahkan dari Kementerian Sosial juga turut memverifikasi data penerima,” ujarnya.
Nuryadi juga menegaskan bahwa pihaknya siap mencabut hak penerima bansos jika ada penyalahgunaan atau ketidaksesuaian data.
Bantuan tersebut, lanjutnya, pemerintah akan mengalihkannya kepada warga yang lebih berhak.
“Kalau ketahuan, ya tentu bisa dicabut. Kami akan segera alihkan bantuannya,” tegasnya.
Dinas Sosial mengimbau agar seluruh penerima manfaat menggunakan bantuan dengan bijak dan sesuai tujuan. Ia berharap bansos benar-benar dapat meringankan beban hidup masyarakat miskin di kota ini.
“Manfaatkan bantuan sebaik-baiknya sesuai peruntukannya,” pungkas Nuryadi.





