Rehabilitasi TPAS Basirih Banjarmasin Mulai Tahap Pengurukan, Targetkan Sistem Sanitary Landfill Tuntas 2027

oleh
oleh
Rehabilitasi TPAS Basirih Banjarmasin Mulai Tahap Pengurukan. (Foto: Arum/ Kalselmaju.com)
Spread the love

KALSELMAJU.COM, BANJARMASIN – Proses rehabilitasi Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Basirih, Kota Banjarmasin, terus menunjukkan progres. Saat ini, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Banjarmasin tengah melaksanakan tahap pengurukan tanah atau sanitary landfill. Mereka melakukan ini pada beberapa zona yang telah mereka non aktifkan sebelumnya.

Kepala DLH Kota Banjarmasin, Alive Yoesfah Love, mengungkapkan bahwa proses ini merupakan bagian dari tiga poin terakhir dari total 22 rekomendasi Kementerian PUPR. Ini terkait rehabilitasi menyeluruh TPAS Basirih.

“Penutupan zona open dumping sudah berjalan. Hingga hari ini, sekitar 1,2 hektare sudah kami uruk, khususnya di zona 1, 2, dan 3,” kata Alive, Minggu (27/7).

Selanjutnya, proses pengurukan akan bergeser ke zona 5, yang sebagian sudah tertutup seluas 1 hektare. Sementara itu, zona 4 ujarnya pengurukan telah tuntas secara menyeluruh.

“Saat ini tinggal melanjutkan pengurukan di sebagian area zona 5,” sambungnya.

Pengurukan juga akan berlangsung di zona 12, 13, dan 16 melalui anggaran perubahan APBD tahun 2025.

Pada zona-zona ini, DLH Banjarmasin hanya akan menutup sebagian area. Mereka masih disisihkan 30 persen untuk pembuangan aktif ke depan, dalam skema pengelolaan menuju sistem sanitary landfill.

“Mudah-mudahan DPRD Kota mendukung penyediaan tanah uruk secara rutin setiap hari. Hal ini sangat penting untuk transisi ke sistem sanitary landfill,” harap Alive.

Selain fokus pada penutupan zona pasif, DLH juga gencar memperbaiki sistem pengelolaan air lindi.

Upaya ini meliputi pemisahan saluran air hujan dari air lindi serta pembersihan rutin sampah yang mencemari saluran.

Sebagai bagian dari pengamanan kawasan, pihaknya juga telah membangun dinding penahan longsor di sepanjang zona-zona yang telah diuruk. Langkah ini penting untuk menghindari erosi dan kerusakan struktur tumpukan sampah.

Proses rehabilitasi TPAS Basirih sendiri prediksinya akan berlangsung panjang, bahkan hingga tahun 2027.

“Anggarannya sudah mulai masuk dari perubahan hingga anggaran murni di Dinas PUPR. Kami sudah siapkan perpanjangan untuk pengelolaan air lindi, karena memang proses ini butuh waktu bertahap,” jelasnya.

Pemkot Banjarmasin menargetkan pengelolaan TPAS Basirih bisa benar-benar bertransformasi. Transformasi ini dari sistem open dumping menuju sanitary landfill. Tujuannya demi lingkungan yang lebih sehat dan berkelanjutan.

Visited 1 times, 1 visit(s) today