Lambung KM Dharma Kartika II Robek 100 Meter dan Tak Ada Korban: KSOP Banjarmasin Periksa Para Nahkoda

oleh
oleh
KM Dharma Kartika II mengalami insiden tabrakan dengan ongkang di perairan Sungai Barito, Kmais 17/07. (Foto: Sairi/ Kalselmaju.com)
Spread the love

KALSELMAJU.COM, BANJARMASIN – Insiden tabrakan kapal penumpang KM Dharma Kartika II dengan tongkang milik Tug Boat Crest Omega I di Alur Sungai Barito, langsung mendapat perhatian Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas 1 Banjarmasin. Kejadian tersebut terjadi Kamis pagi (17/7/2025) kemaren.

Kepala Seksi Keselamatan Berlayar KSOP Kelas 1 Banjarmasin, Nikodemus Rantetampang memastikan seluruh penumpang kapal selamat.

“KM Dharma Kartika II ini berangkat dari Surabaya tujuan Banjarmasin. Kapal tersebut membawa penumpang kurang lebih 398 orang dan sampai sekarang semuanya dalam kondisi baik, tidak ada korban jiwa,” ujarnya.

Nikodemus menegaskan, setelah kejadian kapal tetap melanjutkan pelayaran ke Pelabuhan Trisakti Banjarmasin untuk melakukan bongkar muat seperti biasa. “Selain 398 orang penumpang, kapal tersebut juga membawa beberapa kendaraan berupa motor, mobil, dan truk. Sesuai manifest, ada sekitar 145 unit mobil,” tambahnya.

Ia juga memastikan seluruh kendaraan aman. “Semuanya juga enggak ada yang mengalami kerusakan,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Penjagaan, Patroli dan Penyidikan KSOP Banjarmasin, Andi Agussalam menjelaskan kondisi kapal saat ini tetap stabil meski mengalami kerusakan.

“Untuk stabilitasnya belum ada pengaruh, istilahnya belum ada kemiringan karena memang yang robek itu di lambung kapal sebelah kanan,” ucapnya.

Andi menyebutkan robekan di kapal cukup panjang, namun tidak membahayakan. “Akibat insiden itu, kapal mengalami robek sekitar 100 meter dan berada sekitar satu setengah meter di atas air. Oleh karena itu, air tidak bisa masuk,” ungkapnya.

Ia juga mengungkapkan, saat kapal memasuki muara dan hendak sandar, sudah ada Kapal Pandu yang menuntun. “Posisi pandu sudah di atas kapal dan pandunya nanti juga akan kami panggil untuk dimintai keterangan lebih jelas,” tegas Andi.

Terkait penyebab kecelakaan, KSOP masih terus melakukan pendalaman. “Sementara ini kami belum bisa memberikan keterangan banyak lantaran masih akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut,” ujarnya.

Andi menambahkan, pemeriksaan akan dilakukan menyeluruh terhadap semua pihak yang terlibat. “Untuk mencari tahu laporan terkait kejadiannya, kami rencana memanggil nahkoda masing-masing kapal dari dua perusahaan pelayaran tersebut,” pungkasnya.

Pihak KSOP memastikan seluruh proses pemeriksaan berjalan transparan demi menjaga keselamatan pelayaran di perairan Sungai Barito.

Visited 1 times, 1 visit(s) today