Usulan 7 Helikopter untuk Penanganan Karhutla di Kalsel, BNPB: Pemprov Perlu Tetapkan Status Siaga Darurat

oleh
oleh
bpbd kalsel
Helikopter water bombing saat memadamkan karhutla pada 2023. (Foto: Zoya NH)
Spread the love

KALSELMAJU.COM, BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui BPBD Kalsel bergerak cepat dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di musim kemarau 2025.

Melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel, Pemprov telah mengajukan permohonan bantuan armada udara ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

“Surat permohonan bantuan helikopter water bombing dan patroli sudah kami kirimkan ke BNPB,” ujar Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Bambang Dedi Mulyadi, Kamis (26/6/2025).

Dalam permohonan tersebut, BPBD Kalsel mengusulkan total tujuh helikopter, yang terdiri dari lima unit untuk water bombing dan dua unit untuk patroli udara. Langkah ini sebagai upaya antisipatif menghadapi puncak kemarau yang, menurut BMKG akan terjadi pada awal Agustus 2025.

“Pengajuan lebih awal ini kami lakukan agar Kalsel tidak terlambat merespons jika karhutla mulai meluas,” jelas Bambang.

BNPB telah memberikan respons positif, namun dengan syarat Pemprov Kalsel perlu menetapkan status siaga darurat bencana sebelum bantuan armada udara dikirimkan.

“Kita masih memantau perkembangan cuaca dan titik panas hingga akhir Juli. Jika kondisinya mendesak, status siaga akan segera kami tetapkan,” lanjutnya.

Selain usulan helikopter, BPBD Kalsel juga menjalin koordinasi dengan BMKG untuk melakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) atau hujan buatan.

Upaya ini harapannya bisa membasahi area rawan terbakar sebelum kemarau mencapai puncaknya. Menurut BMKG, kegiatan operasi modifikasi cuaca idealnya sebelum kondisi kering ekstrem terjadi.

“Kalau sudah masuk puncak dan titik api menyebar luas, hujan buatan tidak lagi efektif,” tutup Bambang.

Visited 1 times, 1 visit(s) today