KALSELMAJU.COM, PARINGIN – PT. Air Minum Sanggam Balangan (AMSB) memberikan klarifikasi terkait penggunaan dana penyertaan modal sebesar Rp20 miliar yang diterima dari Pemerintah Kabupaten Balangan.
Dana tersebut sempat menjadi pertanyaan sejumlah warga, terutama terkait transparansi dan pemanfaatannya. Menanggapi hal itu, Direktur Bisnis PT. AMSB, Agus, menyatakan bahwa pihaknya saat ini masih fokus menyusun studi kelayakan dan perencanaan secara menyeluruh.
“Perencanaannya panjang karena harus benar-benar matang. Kami ingin memastikan bahwa pemanfaatan dana ini nantinya tepat guna, sesuai kebutuhan, dan berdampak langsung pada peningkatan pelayanan air bersih untuk masyarakat Balangan,” ujar Agus.
Ia mengklarifikasi sekaligus menjawab pertanmyaan masyarakat. Bahwa rencana pemanfaatan dana tersebut mencakup beberapa aspek strategis. Mulai dari identifikasi kebutuhan jaringan distribusi, peningkatan kapasitas instalasi pengolahan air. hingga penguatan infrastruktur penunjang di berbagai wilayah.
Salah satu proyek prioritas adalah pengembangan jaringan distribusi dari Instalasi Pengolahan Air (IPAL) I di kawasan Gunung Pandau menuju Booster di Kelurahan Batu Piring.
“Ini titik strategis yang diharapkan dapat meningkatkan tekanan dan jangkauan distribusi air ke pelanggan, khususnya di wilayah dengan pasokan air yang selama ini belum optimal,” tambahnya.
Sementara itu, Pjs. Supervisor Humas dan CSR PT. AMSB, Yurli Setiawan, menegaskan bahwa pihaknya sangat berhati-hati dalam proses perencanaan. Menurutnya, dana penyertaan modal merupakan amanah besar yang harus dikelola dengan penuh tanggung jawab.
“Harapan kami, dengan perencanaan yang matang, hasilnya bisa meningkatkan kualitas pelayanan dan memperluas jangkauan distribusi air bersih di seluruh wilayah Balangan,” tutup Yurli.
Warga Balangan Pertanyakan Kinerja PT Air Minum Sanggam
Sebelumnya, warga mempertanyakan perihal penyertaan modal hingga Rp20 miliar untuk PT Air Minum Sanggam Balangan (AMSB) sejak 2024 hingga pertengahan 2025. Pasalnya, warga masih mengeluhkan gangguan layanan air bersih yang belum juga membaik secara signifikan.
Padahal, Komisi III DPRD Balangan telah berupaya mendorong percepatan legislasi Raperda Penyertaan Modal. Demi mendukung operasional perusahaan air milik daerah itu.
Anggota Komisi III DPRD Balangan, Erly Satriana, kala itu menekankan pentingnya dana segar ini. Dana tersebut sangat penting untuk mengganti peralatan usang, termasuk booster warisan dari Kabupaten Hulu Sungai Utara yang sudah tidak layak pakai.
Awal tahun 2025, Direktur Bidang Bisnis PT AMSB, Akhmad Agus Fitriadi, menyampaikan komitmen perbaikan. Ia menyebut dana penyertaan modal akan fokus pada revitalisasi jaringan, penguatan SDM, dan pengadaan teknologi deteksi kebocoran pipa.
Salah satu proyek andalan yang pernah digadang-gadang adalah penambahan jaringan dari Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Gunung Pandau. Jaringan ini menuju booster di Muara Pitap.





