KALSELMAJU.COM, MAKKAH – Jemaah calon haji (JCH) Indonesia mulai bersiap untuk puncak ibadah haji. Ini akan berlangsung di Arafah pada 5 Juni 2025 (9 Zulhijjah). Kementerian Agama RI memastikan akan memberangkatkan seluruh jemaah secara bertahap pada Rabu, 04/06/2025 (hari ini). Mereka menggunakan skema mobilisasi yang matang.
“Kami telah menyusun berbagai skema mitigasi agar tidak ada jemaah yang tertinggal, tercecer, atau terabaikan,” ujar Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Hilman Latief, dalam konferensi pers di Makkah.
Kementerian Agama menerapkan tiga pola pergerakan dari Makkah menuju Arafah, lalu Muzdalifah dan Mina:
- Skema Reguler
Sekitar 136 ribu jemaah diberangkatkan ke Arafah untuk wukuf. Kemudian mabit di Muzdalifah, dan lanjut ke Mina untuk melontar jumrah. - Skema Murur
Sekitar 60 ribu jemaah akan melintasi Muzdalifah tanpa turun dari bus, langsung menuju Mina setelah wukuf di Arafah. Ini untuk efisiensi dan menghindari penumpukan di Muzdalifah. - Skema Tanazul
Sekitar 37 ribu jemaah, khususnya yang menginap di hotel kawasan Syisyah dan Raudhah, akan kembali ke hotel usai melontar jumrah pada 10 Zulhijjah. Mereka akan kembali ke Jamarat pada 11–13 Zulhijjah untuk menyempurnakan ibadah.
“Skema Murur dan Tanazul diterapkan untuk mengurangi kepadatan, namun tetap sah secara syar’i,” tambah Hilman.
Safari Wukuf untuk Lansia dan Disabilitas
Untuk jemaah lansia, penyandang disabilitas, dan yang memiliki penyakit penyerta (komorbid), Kemenag menerapkan Safari Wukuf Khusus. Skema ini melibatkan tim medis, pendamping ibadah, dan hotel transit. Hal ini guna memastikan jemaah dapat menjalankan rukun haji secara aman dan layak.
Perkiraan seluruhnya sudah berada di Arafah sebelum wukuf pada 5 Juni 2025 (9 Zulhijjah). Setelah itu, mereka akan berangkat ke Muzdalifah pada malam hari. Kemudian lanjut ke Mina untuk melontar jumrah menggunakan sistem bus taraddudi (bolak-balik) hingga menjelang subuh.
Secara terpisah, Kepala Kanwil Kemenag Kalimantan Selatan, H. Muhammad Tambrin, mengajak masyarakat mendoakan para jemaah agar mendapat kelancaran dalam beribadah.
“Semoga jemaah diberikan kekuatan dan kemudahan dalam menunaikan ibadah, serta kembali ke Tanah Air sebagai haji mabrur,” ujarnya





