Sebelumnya Tengah Malam, Balap Liar di Banjarbaru Bergeser Jelang Subuh

oleh
Spread the love

KALSELMAJU.COM, BANJARBARU – Aksi balap liar di Kota Banjarbaru kini menjadi perhatian karena waktu pelaksanaannya bergeser hingga menjelang subuh. Aktivitas yang sebelumnya kerap terjadi pada tengah malam itu belakangan disebut mulai ramai sekitar pukul 03.00 Wita.

Dinas Perhubungan Kota Banjarbaru berupaya mengantisipasi aktivitas tersebut melalui patroli mandiri, khususnya pada malam Minggu. Namun, perubahan waktu balap liar dinilai memerlukan strategi penanganan yang lebih terkoordinasi.

Kepala Bidang Lalu Lintas Jalan Dinas Perhubungan Kota Banjarbaru, Adi Royan Pratama, mengatakan patroli rutin telah berjalan sebagai langkah awal untuk mencegah aksi balap liar di jalan raya.

“Setiap malam Minggu kami sudah melakukan patroli secara mandiri,” kata Adi.

Ia menjelaskan, sebelumnya berlangsung pada rentang pukul 00.00 hingga 01.30 Wita. Akan tetapi, belakangan aktivitas tersebut justru bergeser ke sekitar pukul 03.00 Wita hingga mendekati waktu salat Subuh.

Koordinasi Instansi Terkait

Perubahan waktu ini menjadi tantangan tersendiri dalam upaya pengawasan dan penertiban. Karena itu, Dinas Perhubungan Banjarbaru berencana memperkuat koordinasi dengan instansi terkait, yakni Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Polres Banjarbaru.

“Kami akan berkoordinasi dengan Satpol PP Kota Banjarbaru dan Polres Banjarbaru untuk mencari solusi yang tepat terkait maraknya balap liar ini,” jelasnya.

Menurut Adi, penanganan secara bersama-sama agar upaya pencegahan bisa berjalan lebih efektif. Selain mengganggu ketertiban lalu lintas, balap liar juga berpotensi memicu kecelakaan yang membahayakan pelaku maupun pengguna jalan lainnya.

Di sisi lain, Adi menekankan pentingnya peran keluarga dalam mencegah keterlibatan anak-anak dan remaja dalam aksi balap liar. Orang tua tidak hanya mengizinkan anak mengendarai sepeda motor, tetapi juga memastikan mereka memahami tanggung jawab saat berada di jalan raya.

Ia mengingatkan agar orang tua memastikan kelengkapan surat-surat kendaraan, penggunaan perlengkapan keselamatan, serta pemahaman anak terhadap etika berlalu lintas.

Pengawasan tersebut menjadi bagian penting dalam membangun kesadaran berkendara yang aman, terutama di kalangan pengendara muda.

Adi berharap, sinergi antara pemerintah daerah, kepolisian, Satpol PP, dan masyarakat dapat menekan aktivitas balap liar sekaligus mengurangi risiko kecelakaan lalu lintas di Banjarbaru.

“Harapan kami, angka kecelakaan lalu lintas yang sudah lumayan tinggi di Kota Banjarbaru dapat kita tekan,” pungkasnya.

Visited 1 times, 1 visit(s) today