Perbaikan Pipa Transmisi di Desa Sungai Landas Rampung, Pasokan Air BPAM Banjarbakula Berangsur Normal

oleh
Alat berat saat beroperasi memperbaiki pipa transmisi BPAM Banjarbakula yang sebelumnya rusak. Foto : BPAM Banjarbakula
Spread the love

KALSELMAJU.COM, BANJARBARU – Balai Pengelolaan Air Minum (BPAM) Banjarbakula menuntaskan 100 persen pekerjaan perbaikan pipa transmisi air baku berdiameter 1.200 milimeter di Desa Sungai Landas, Karang Intan, Banjar yang bocor beberapa waktu lalu.

Saat ini, pasokan air baku dari Intake Mandikapau kembali dinormalkan secara bertahap.

Kepala BPAM Banjarbakula, Siddiq Wahyu Pamungkas, mengatakan seluruh pekerjaan di lapangan telah selesai, termasuk pengurukan kembali area galian di lokasi perbaikan pipa transmisi.

Dengan selesainya pekerjaan tersebut, kondisi area perbaikan telah dikembalikan seperti semula dan aliran air baku mulai berangsur normal.

“Pekerjaan di lapangan sudah 100 persen selesai. Sekarang kami melakukan normalisasi suplai air secara bertahap agar bisa kembali normal seperti sediakala,” katanya, Selasa (20/10).

Sebelumnya, kebocoran pada pipa transmisi tersebut mengakibatkan terganggunya penyaluran air baku dari Intake Mandikapau.

Tim teknis BPAM Banjarbakula melakukan perbaikan menggunakan Ripper Clamp pada bagian pipa yang mengalami kebocoran, kemudian melanjutkannya dengan pekerjaan pendukung hingga pengurukan kembali selesai.

Pemulihan pasokan tidak sekaligus dalam kapasitas maksimal. Penyaluran air secara bertahap untuk memastikan aliran kembali stabil dan dapat memenuhi kebutuhan pelanggan.

Air baku saat ini sudah mulai mengalir kembali dengan kondisi yang berangsur normal. “Kami berharap proses normalisasi dapat segera rampung sehingga pasokan kembali seperti kondisi sebelum terjadi kebocoran,” terang Wahyu.

Adapun penyaluran air curah kepada PTAM Intan Banjar berada di kisaran 560 liter per detik. Suplai tersebut menyesuaikan selama proses pemulihan berlangsung.

BPAM Banjarbakula juga terus berkoordinasi dengan PTAM Intan Banjar dalam mengatur penyaluran air, terutama untuk wilayah pelayanan yang berada di elevasi lebih tinggi agar distribusi dapat berlangsung secara optimal.

Selain normalisasi suplai, pemantauan terhadap kondisi pipa transmisi dan operasional penyaluran air baku tetap berlaku. Tujuannya untuk memastikan sambungan pipa dalam kondisi aman serta menjaga kontinuitas pasokan air baku bagi wilayah layanan Banjarbakula.

Visited 1 times, 1 visit(s) today