KALSELMAJU.COM, BANJARMASIN – Momentum 500 tahun Kota Banjarmasin menjadi pijakan penting bagi generasi muda untuk merefleksikan kembali peran, kontribusi, serta tanggung jawab mereka dalam membangun masa depan Banua.
Berangkat dari semangat tersebut, Komunitas Mazta menggelar diskusi publik hangat yang menghimpun pemuda lintas komunitas di Sekretariat Mazta, Minggu malam (11/10/2026).
Melalui wadah ini, Mazta ingin menjembatani para pemuda agar lebih melek sejarah dan peka terhadap isu-isu krusial di sekitarnya.
Ketua Umum Mazta, Muhammad Amin Hasani, menerangkan bahwa pihaknya hadir untuk membantu anak muda menggali berbagai informasi penting.
“Dari diskusi tadih, banyak ada yang anak muda yang belum mengetahui sejarah Kota Banjarmasin itu sendiri,” ujarnya.
Tak berhenti pada ruang diskusi belaka, gerakan literasi dan kepedulian sosial juga menjadi pilar utama aksi Mazta ke depan. Berbagai agenda edukatif hingga aksi nyata di lapangan telah disiapkan untuk merawat kepedulian pemuda.
“Aksi sosial masyarakat seperti tanggap bencana juga kita akan turun,” tuturnya.
Sementara itu, Penasehat Mazta, Muhamad Arifin, menegaskan pentingnya kapasitas intelektual dan wawasan yang luas bagi generasi penerus. Ia berharap anak muda Banjarmasin tidak pasif, melainkan terus mengasah ketajaman berpikirnya.
“Tentu Mazta menjadi wadah kita bersama. Wadah antar organisasi, suku dan lainnya,” ucapnya.
Dengan landasan inklusivitas dan semangat kolaborasi tersebut, Mazta berkomitmen untuk terus menghadirkan dampak positif yang nyata. Baik bagi pengembangan diri generasi muda maupun kesejahteraan masyarakat. Pada momentum 500 tahun Kota Banjarmasin secara luas.
“Mendukung pemerintah ataupun menjadi daya strategis kritis untuk pemerintah kota Banjarmasin,” pungkasnya.





