Kunjungan Wisata di Balangan Turun hingga 80 Persen, Sejumlah Air Terjun Mengering

oleh
oleh
Spread the love

KALSELMAJU.COM, PARINGIN – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kemarau panjang menekan sektor pariwisata di Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan. Kunjungan wisatawan ke sejumlah objek wisata alam turun hingga 80 persen, sementara beberapa destinasi terpaksa tutup sementara.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Balangan per 19 Oktober 2026, karhutla telah berdampak pada lahan seluas 394,055 hektare.

Kepala Bidang Peningkatan Daya Tarik Destinasi Pariwisata Disporapar Balangan, M Sigit Kondang Wibowo, mengatakan penurunan kunjungan wisata saat ini berkisar 50 hingga 80 persen.

“Pengunjung sangat menurun, salah satu yang paling terdampak adalah wisata Air Terjun Tayak yang airnya benar-benar mengering akibat kemarau,” ungkap Sigit, Selasa (27/10/2026).

Dampak kemarau juga mendorong pengelola wisata Riam Paka menutup sementara kawasan tersebut. Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) setempat mengambil langkah itu untuk mencegah kebakaran di sekitar kawasan wisata yang rentan terbakar saat kondisi lahan mengering.

“Alasannya karena kemarau, kondisi air terjunnya kering. Mereka menutup itu karena takut jika ada orang yang masuk lalu membuang puntung rokok sembarangan, malah bisa memicu kebakaran. Jadi kita tutup,” beber Sigit.

Penutupan tersebut menjadi langkah antisipasi warga untuk mengurangi risiko kebakaran akibat aktivitas pengunjung di tengah kondisi kemarau.

Visited 1 times, 1 visit(s) today