KALSELMAJU.COM, BANJARMASIN – Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin memperpanjang Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) pada 21-23 September 2026 setelah kualitas udara mencapai kategori berbahaya dengan angka Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) 842.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin Ryan Utama mengatakan kebijakan tersebut diambil dengan mempertimbangkan kesehatan dan keselamatan peserta didik di tengah memburuknya kualitas udara.
“Keputusan melanjutkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bukan semata langkah administratif, tetapi bentuk tanggung jawab penuh pemerintah dalam melindungi kesehatan peserta didik,” tegasnya, Minggu (20/9/2026).
Menurut Ryan, tingginya angka ISPU berpotensi berdampak terhadap kesehatan, terutama kelompok rentan seperti anak usia sekolah.
“Angka ISPU kita berada di 842 yang sudah masuk kategori berbahaya,” sebutnya.
Keputusan memperpanjang PJJ setelah dinas berkoordinasi dengan Ketua Tim Satuan Tugas Dampak Karhutla Kota Banjarmasin yang juga Kepala Pelaksana BPBD Kota Banjarmasin.
“Hal ini menjadi atensi kami dalam penanganan terpadu menghadapi dampak kondisi udara yang memburuk akibat situasi lingkungan,” ucapnya.
Ryan meminta sekolah menerapkan PJJ secara bijak dan adaptif agar tidak menambah beban peserta didik maupun orang tua.
“Kami juga menekankan agar pelaksanaan PJJ dilakukan secara bijak, adaptif, dan tidak membebani peserta didik maupun orang tua,” tandasnya.
Ia mengakui perubahan pola pembelajaran secara mendadak mengharuskan guru, siswa, dan orang tua kembali menyesuaikan aktivitas belajar. Namun, kesehatan tetap menjadi pertimbangan utama selama kualitas udara belum membaik.
“Kami memahami kondisi ini tidak mudah bagi semua pihak. Namun keselamatan dan kesehatan tetap menjadi prioritas utama,” lanjutnya.
Ryan menegaskan kebijakan PJJ tidak bersifat permanen. Disdik akan terus memantau kualitas udara dan mengevaluasi kebijakan apabila kondisi menunjukkan perbaikan signifikan.
“Dinas Pendidikan akan terus melakukan pemantauan secara berkala. Dan akan segera melakukan penyesuaian kebijakan apabila kondisi kualitas udara menunjukkan perbaikan yang signifikan,” katanya.
Ia juga mengajak satuan pendidikan, orang tua, dan masyarakat menjaga kesehatan anak serta mengikuti imbauan selama penanganan dampak karhutla.
“Kami mengajak seluruh satuan pendidikan, orang tua, dan masyarakat untuk bersama-sama menjaga kesehatan, mematuhi imbauan. Serta memastikan proses belajar tetap berjalan dengan baik meskipun dalam keterbatasan,” pungkasnya.





