Dua Sekolah di Banjarmasin Tetap PTM di Tengah PJJ, Disdik Siapkan Tindakan

oleh
oleh
Spread the love

KALSELMAJU.COM, BANJARMASIN – Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin menerima laporan dua sekolah yang masih melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM) meski kebijakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) masih berlaku.

Pembelajaran Jarak Jauh berlaku bagi peserta didik jenjang PAUD, SD, dan SMP, baik negeri maupun swasta, pada 24-26 September 2026. Kebijakan tersebut berlaku menyusul kondisi kualitas udara Banjarmasin yang masih terdampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin Ryan Utama mengatakan laporan tersebut disampaikan masyarakat.

“Kami masih mendapati ada laporan dari masyarakat, ada sekolah yang tetap melaksanakan pembelajaran tatap muka di tengah PJJ. Sekitar ada dua sekolah yang laporannya masuk kepada kami,” ujarnya, Jumat (25/9/2026).

Ryan menegaskan seluruh sekolah di bawah pembinaan Dinas Pendidikan Banjarmasin wajib menjalankan PJJ selama kebijakan tersebut berlaku. Jika terbukti melanggar, dinas akan mengambil tindakan.

“Jika masih, akan kami tindak tegas sekolah yang melanggar aturan,” tegasnya.

Menurut Ryan, keputusan memperpanjang PJJ mengacu pada hasil pemantauan kualitas udara dari tim penanganan karhutla. Saat ini, indeks standar pencemar udara (ISPU) berada pada kategori kuning.

“Jadi, sesuai hasil dari indeks standar pencemar udara yang kami dapat dari tim penanganan karhutla dari pagi, itu status ISPU-nya adalah kuning. Berdasarkan informasi dari Kepala BPBD, kualitas udara adalah dari sedang menuju ke berbahaya,” jelas Ryan.

Dinas Pendidikan meminta sekolah mematuhi surat edaran pemerintah terkait PJJ sekaligus mengajak masyarakat ikut mengawasi pelaksanaannya. Laporan mengenai sekolah yang tetap menggelar PTM dapat disampaikan kepada Dinas Pendidikan Banjarmasin.

Ryan mengatakan kebijakan PJJ akan ada evaluasi setiap hari berdasarkan perkembangan kualitas udara. Jika kondisi membaik, PTM terbatas berpeluang kembali berlaku pada Senin.

“Mudah-mudahan kita evaluasi tiga hari ke depan berdasarkan harian Wali Kota. Mudah-mudahan nanti Senin bisa tatap muka terbatas apabila kualitas udara sudah kembali,” katanya.

Selama PJJ, guru juga agar memantau aktivitas peserta didik melalui koordinasi dengan orang tua agar proses belajar tetap berjalan dan siswa tidak beraktivitas di luar rumah setelah pembelajaran selesai.

“Guru tetap melakukan pengawasan melalui orang tua dan lain-lain terkait dengan kegiatan anak di rumah. Jangan sampai beberapa kelas ini melihat anak-anak banyak berkeliaran di luar rumah setelah habis pembelajaran materi,” akhirnya.

Visited 1 times, 1 visit(s) today