KALSELMAJU.COM, BANJARMASIN – Intrusi air laut di Intake Sungai Bilu kembali mengancam pasokan air baku PAM Bandarmasih. Kadar garam terpantau mencapai 1.233 PPM per liter sehingga pengolahan air baku di IPA 1 harus dikurangi.
Direktur Utama PAM Bandarmasih, Zulbadi, menjelaskan bahwa pihaknya hanya mengoperasikan satu pompa di IPA 1. Dan mencampur air baku dari Sungai Bilu untuk membantu menetralkan kadar garam yang masih cukup tinggi.
“Kita masih dalam keadaan darurat air baku, kemarau belum berakhir. Jadi kita harus bisa menyiasatinya dalam penggunaan air,” ujarnya, Jumat (21/8/2026).
Zulbadi menjelaskan bahwa kadar garam di Sungai Bilu sangat fluktuatif, karena terpengaruh kondisi pasang surut dan fenomena PIN 1 maupun PIN 2 di kawasan intake.
“Kalau sebelumnya sampai dua ribuan, saat ini turun jadi seribuan,” jelasnya.
Berdasarkan pemantauan, angkanya mulai kembali meningkat sejak sekitar pukul 03.00 WITA seiring kondisi sungai yang mulai surut.
PAM Bandarmasih melakukan pencampuran air baku dari Sungai Bilu dan IPA 1 untuk menetralkan kadar garam agar tetap memenuhi batas maksimal sesuai ketentuan Permenkes.
Zulbadi mengimbau pelanggan agar menggunakan air secara bijak dan menyiapkan cadangan air di rumah.
“Usahakan memiliki penampungan air di rumah masing-masing, baik dalam bentuk tandon maupun penampungan air lainnya,” pungkasnya.





