Soroti ESG dan Ekologi Lahan Basah, Tim Peneliti ULM-UIN Kembangkan Akuntansi Berkelanjutan

oleh
oleh
Spread the love

KALSELMAJU.COM, BANJARBARU – Tim Program Dosen Wajib Meneliti (PDWM) Universitas Lambung Mangkurat (ULM) bersama Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Antasari Banjarmasin melakukan penelitian mengenai akuntansi berkelanjutan berbasis lingkungan lahan basah di Kalimantan Selatan.

Penelitian tersebut dipimpin Syahrial Shaddiq, beranggotakan Rahma Yuliani, Achmad Suhaili, M Ihsanul Arief, Hj Susi Apriana. Selain itu Erlan Titoe, dan Steven Kenli. Sementara dari FEBI UIN Antasari Banjarmasin hadir Atika Zahra Maulida, Faqih El Wafa, Ilma Mahdiya, dan Kamila Windyani Putri.

Ketua Tim PDWM ULM, Syahrial Shaddiq, mengatakan penelitian tersebut berlatarbelakang karakteristik Kalimantan Selatan. Dominasinya merupakan ekosistem lahan basah seperti rawa, sungai, dan kawasan gambut, memiliki nilai ekologis dan ekonomi penting.

Menurutnya, penerapan akuntansi berkelanjutan menjadi penting karena tidak hanya berorientasi pada keuntungan finansial. Tetapi juga memperhatikan aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola atau Environmental, Social and Governance (ESG).

“Kami dari Tim Program Dosen Wajib Meneliti bekerja sama dengan tim UIN Antasari Banjarmasin. Akuntansi berkelanjutan sangat penting diterapkan di Kalimantan Selatan karena berkaitan dengan aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola atau ESG,” kata Syahrial.

Ia menjelaskan, praktik akuntansi yang selama ini berjalan, pelaku usaha maupun pemerintah daerah masih lebih banyak berfokus pada aspek finansial. Sementara aspek lingkungan dan sosial belum sepenuhnya terintegrasi dalam sistem pelaporan dan pengambilan keputusan.

Padahal, kesadaran terhadap biaya lingkungan, risiko ekologis, serta dampak jangka panjang terhadap keberlanjutan ekosistem menjadi bagian penting dalam pembangunan berkelanjutan.

Syahrial menyebut sejumlah institusi pendidikan di Kalimantan Selatan telah mulai mendukung pengembangan ekonomi berkelanjutan. Di antaranya ULM melalui Inkubator Bisnis dan Teknologi (IBT) serta Politeknik Hasnur melalui Wetland Box.

“Semoga kampus-kampus lain juga ikut berkontribusi. Harapan kami, penelitian ini dapat memberikan manfaat bagi pengembangan ilmu pengetahuan, khususnya bidang akuntansi berkelanjutan yang berbasis ekologis,” ujarnya.

Akuntansi Berkelanjutan Kuncinya Sinergi Semua Pihak

Sementara itu, dosen FEBI UIN Antasari Banjarmasin, Faqih El Wafa, menilai penguatan sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan perguruan tinggi menjadi kunci dalam mendorong implementasi akuntansi berkelanjutan di daerah.

Menurutnya, pengelolaan lingkungan hidup sebenarnya telah berjalan, namun aspek pelaporan dan integrasi dalam sistem akuntansi masih perlu diperkuat agar pelaksanaannya lebih optimal.

Ia menambahkan, rekomendasi strategis hasil dari penelitian tersebut harus mempertimbangkan kesiapan dari tingkat akar rumput sehingga implementasi akuntansi berkelanjutan dapat berjalan maksimal dan berkualitas.

Melalui penelitian ini, tim berharap konsep akuntansi berkelanjutan dapat menjadi bagian dari pengambilan kebijakan pembangunan di Kalimantan Selatan. Sehingga aktivitas ekonomi tidak hanya menghasilkan keuntungan, tetapi juga menjaga keberlanjutan ekosistem lahan basah yang menjadi ciri khas daerah.

Visited 1 times, 1 visit(s) today