Pertandingkan 20 Nomor dari Tiga Kelompok Usia, Kejuaraan Loncat Indah Wali Kota Cupa ajang Pembinaan Atlet

oleh
Salah satu peserta Kejuaraan Loncat Indah Wali Kota Cup saat bersiap melompat. Foto : Istimewa
Spread the love

KALSELMAJU.COM, BANJARMASIN – Kejuaraan Loncat Indah Wali Kota Cup 2026 menjadi wadah pembinaan sekaligus pencarian bibit atlet potensial di Kota Banjarmasin. Kompetisi yang berlangsung selama tiga hari, 22–24 Juni 2026. Sebanyak 28 atlet dari kategori pemula hingga senior mengikuti kegiatan tersebut.

Dalam kejuaraan tersebut, para peserta bersaing pada 20 nomor pertandingan yang terbagi dalam tiga kelompok usia, yakni senior, junior, dan pemula. Selain menjadi ajang unjuk kemampuan, kegiatan ini juga harapannya mampu meningkatkan kualitas atlet loncat indah di daerah.

Pemerintah Kota Banjarmasin menilai perkembangan cabang olahraga akuatik, khususnya loncat indah, menunjukkan tren yang positif. Sejumlah atlet asal Banjarmasin bahkan telah menorehkan prestasi mulai tingkat daerah hingga nasional.

“Alhamdulillah, prestasi loncat indah di Kota Banjarmasin sudah sangat baik. Kita pernah meraih juara di Popda dan ada atlet yang berhasil tampil di PON. Mudah-mudahan melalui kejuaraan ini semakin banyak bibit atlet baru,” ujar salah seorang pejabat yang hadir dalam kegiatan tersebut.

Tingginya antusiasme peserta juga menjadi indikator berkembangnya olahraga loncat indah di Kota Seribu Sungai. Dengan jumlah atlet yang terus bertambah, peluang melahirkan atlet berprestasi semakin terbuka.

Kejuaraan Loncat Indah Pembinaan Jangka Panjang

Ketua Pelaksana Kejuaraan, Eka Purnamaindah, mengatakan Wali Kota Cup bukan sekadar kompetisi, melainkan bagian dari upaya pembinaan jangka panjang. Menurutnya, kejuaraan ini memberikan kesempatan bagi atlet untuk menambah pengalaman bertanding dan meningkatkan kemampuan teknis.

“Kami berharap jumlah atlet loncat indah terus bertambah. Semakin banyak atlet yang terlibat, semakin besar pula peluang untuk meraih prestasi, baik di tingkat daerah, nasional, maupun internasional,” katanya.

Eka menambahkan, penyelenggaraan kejuaraan perdana tersebut harapannya dapat menjadi agenda rutin. Keberlanjutan kompetisi penting untuk menjaga proses pembinaan atlet agar berjalan konsisten.

Menurutnya, Banjarmasin memiliki potensi besar dalam cabang olahraga akuatik karena karakteristik daerah Kota Seribu Sungai.

“Harapan kami ke depan semakin banyak kejuaraan yang digelar sehingga dapat melahirkan atlet-atlet berbakat dari cabang loncat indah. Dengan kondisi geografis yang dimiliki Banjarmasin, potensi atlet di olahraga air tentu sangat besar,” ujarnya.

Sementara itu, salah seorang peserta, Ahmad Farih Ramadhani, mengaku kejuaraan tersebut memberikan pengalaman berharga baginya. Ia menilai kompetisi seperti Wali Kota Cup dapat meningkatkan jam terbang sekaligus mengasah mental bertanding para atlet muda.

“Melalui kejuaraan ini saya bisa menambah pengalaman dan belajar bersaing dengan atlet lain. Semoga kegiatan seperti ini terus diadakan agar kami memiliki lebih banyak kesempatan untuk berkembang,” tuturnya.

Visited 1 times, 1 visit(s) today