KALSELMAJU.COM, BANJARBARU – Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kalsel menghimbau warga yang berencana menunaikan ibadah umrah dalam waktu dekat untuk menunda keberangkatannya.
Imbauan tersebut, menyusul memanasnya konflik antara Iran dengan Amerika Serikat serta Israel.
Eddy menjelaskan, eskalasi konflik tersebut berdampak terhadap jalur dan operasional penerbangan menuju kawasan Timur Tengah. Termasuk penerbangan dari Indonesia menuju Jeddah, Makkah, dan Madinah.
“Imbauan penundaan keberangkatan umrah kami sampaikan dengan mempertimbangkan aspek keselamatan dan perlindungan jemaah,” ujar Eddy, Selasa.
Menurutnya, imbauan penundaan keberangkatan calon jemaah umrah asal Kalsel berlaku hingga situasi keamanan di kawasan Timur Tengah kembali kondusif.
Meski demikian, Eddy memastikan penyelenggaraan ibadah haji tahun ini tetap berjalan sesuai jadwal.
“Pemerintah memastikan bahwa hingga saat ini belum terdapat dampak terhadap seluruh tahapan persiapan penyelenggaraan haji,” katanya.
Untuk Embarkasi Banjarmasin, seluruh tahapan pramanifest jemaah asal Kalimantan Selatan telah rampung dengan total 14 kelompok terbang (kloter).
Saat ini, proses persiapan memasuki tahap pencetakan visa yang selanjutnya akan bergabung dengan paspor jemaah sebagai bagian dari finalisasi dokumen perjalanan.
Ia menegaskan, kesiapan administrasi dan teknis keberangkatan jemaah haji berjalan sesuai dengan lini masa yang telah disusun.
Pemerintah juga menghimbau masyarakat Kalsel agar tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi terkait perkembangan situasi di Timur Tengah.





