KALSELMAJU.COM, PELAIHARI – Perekonomian Kabupaten Tanahlaut mencatatkan rekor baru pada 2025. Laju pertumbuhan ekonomi Bumi Tuntung Pandang menyentuh 5,14 persen, tertinggi dalam sepuluh tahun terakhir.
Ketua Tim Neraca Wilayah BPS Tanahlaut, Arif Syukur Pambudi, menjelaskan bahwa tiga sektor utama menggerakkan capaian ini, yakni pertanian, pertambangan, dan industri pengolahan. Kejutan datang dari sektor pertanian yang kini mulai menggeser dominasi tambang sebagai motor penggerak utama.
“Dua tahun terakhir, sektor pertanian menyumbang pertumbuhan tertinggi, mengalahkan dua sektor unggulan lainnya,” ujar Arif, Jumat (27/3/2026).
Dari total pertumbuhan 5,14 persen, sektor pertanian menyumbang 1,00 persen, melampaui industri pengolahan sebesar 0,88 persen dan pertambangan 0,66 persen.
Kenaikan produksi padi, jagung, kelapa sawit, dan perikanan, serta inisiasi hilirisasi perkebunan menjadi faktor kunci keberhasilan ini.
Sementara itu, sektor industri pengolahan tumbuh melesat 7,82 persen. Lonjakan ini dipicu subsektor makanan dan minuman, mulai dari UMKM hingga industri besar seperti pengolahan CPO dan pakan ternak.
PDRB Per Kapita Tembus Rp61 Juta
Pertumbuhan ekonomi yang solid turut mendongkrak PDRB per kapita Tanahlaut hingga menembus Rp61 juta pada 2025. Capaian ini mencerminkan peningkatan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.
Meski tren positif, BPS mengingatkan pemerintah daerah agar tidak cepat berpuas diri. Arif menegaskan kondisi ini lebih tepat dengan sebutan fase pemulihan yang menguat, bukan akselerasi penuh.
“Hampir 30 persen ekonomi Tanahlaut masih bergantung pada pertambangan yang sangat dipengaruhi harga global,” tambahnya.





