KALSELMAJU.COM, BANJARMASIN – PT Air Minum (PTAM) Bandarmasih memastikan air bersih yang didistribusikan kepada pelanggan tetap aman dan layak dikonsumsi. Kepastian ini diberikan menyusul beredarnya informasi dugaan pencemaran Sungai Barito dalam beberapa waktu terakhir.
Isu pencemaran tersebut sebelumnya ramai di media sosial dan pemberitaan. Hal ini terjadi setelah sejumlah pembudidaya ikan di Kabupaten Barito Kuala (Batola) mengalami kerugian akibat ikan mati secara massal. Kondisi ini memicu kekhawatiran masyarakat. Termasuk warga Banjarmasin yang khawatir terkait keamanan air bersih.
Menanggapi hal itu, Supervisor Laboratorium IPA I A Yani PAM Bandarmasih, Naima Faridha, menegaskan bahwa sumber air baku PAM Bandarmasih tidak berasal dari Sungai Barito.
“Sumber air baku PAM Bandarmasih berasal dari Sungai Martapura, bukan dari Sungai Barito yang diduga tercemar,” ujar Naima, Selasa (27/1/2026).
Ia menjelaskan, hingga saat ini kondisi air baku untuk proses pengolahan masih terpantau aman dan tidak terindikasi tercemar limbah.
Untuk menjaga kualitas air, PAM Bandarmasih secara rutin melakukan uji sampel air baku setiap dua minggu sekali di intake Sungai Bilu dan Sungai Lulut. Selain itu, proses pemeriksaan sudah sesuai ketentuan Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 2 Tahun 2023.
Selain itu, PAM Bandarmasih juga melakukan pengujian air bersih langsung dari rumah pelanggan setiap satu bulan sekali. Masing-masing sebanyak 60 pelanggan dari wilayah layanan IPA I A Yani dan 60 pelanggan dari IPA II Pramuka.
“Hasil uji sampel sejauh ini menunjukkan air baku Sungai Martapura masih dalam kondisi aman. Memang tingkat kekeruhan cukup tinggi, namun masih dapat ditangani dalam proses pengolahan,” jelasnya.
Naima menegaskan, air bersih yang tersalurkan kepada pelanggan telah memenuhi standar kualitas dan aman.
“Kami pastikan air bersih PAM Bandarmasih aman untuk masyarakat,” pungkasnya.





