Banjir Rob Rendam Banjarmasin, Rumah Pompa Sungai Belasung Akhirnya Dioperasikan

oleh
oleh
Pantauan Ketinggian level elevasi depan Pintu Air 132cm (1,32m) elevasi Belakang Pintu Air 89cm ke adaan Pintu air tertutup mesin Pompa masih beroperasi (Air sungai dalam Posisi Tenang). (Foto: PUPR Banjarmasin)

KALSELMAJU.COM, BANJARMASIN – Banjarmasin kembali mengalami banjir rob yang merendam hampir seluruh wilayah kota. Menyikapi kondisi tersebut, Pemerintah Kota Banjarmasin mulai mengoperasikan Rumah Pompa Sungai Belasung yang berada di kawasan Jalan RE Martadinata.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Banjarmasin, Suri Sudarimadiyah, menjelaskan bahwa pengoperasian rumah pompa menyesuaikan kondisi pasang surut air.

“Iya, pengoperasian disesuaikan dengan kondisi pasang surut air saat ini,” ujarnya, Jumat (9/1/2026).

Menurut Suri, Rumah Pompa Sungai Belasung berfungsi mengendalikan ketinggian muka air di aliran Sungai Belasung hingga Sungai Tatas.

Ketika air pasang mencapai level tertentu dan pintu air harus ditutup, maka pompa langsung berfungsi untuk mempercepat aliran air.

“Dengan begitu, aliran air bisa lebih cepat surut dan tidak menimbulkan genangan terlalu lama,” jelasnya.

Selain mengoperasikan rumah pompa, pihaknya juga terus melakukan pengawasan serta penanganan lanjutan pada saluran drainase, terutama untuk mengatasi sumbatan yang menghambat aliran air.

Pembangunan Rumah Pompa Sungai Belasung menelan anggaran sekitar Rp5 miliar.

Proyek ini target awalnya rampung pada akhir 2024, namun mengalami keterlambatan akibat perubahan lokasi, kondisi cuaca, serta tingginya muka air. Pembangunan akhirnya selesai pada Januari 2026.

Rumah Pompa Sungai Belasung menjadi fasilitas rumah pompa pertama yang ada di Kota Banjarmasin. Ke depan, Pemkot Banjarmasin berencana menambah rumah pompa di sejumlah titik rawan banjir lainnya, seperti Sungai Veteran, Sungai Bilu, dan Sungai Gardu.

Visited 1 times, 1 visit(s) today