KALSELMAJU.COM, BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan kini sudah tidak lagi berstatus siaga darurat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Status siaga darurat karhutla telah berakhir per 30 September 2025 sejak Agustus lalu.
Dengan berakhirnya status darurat siaga karhutla, Pemerintah mengembalikan dua heli patroli dan helikopter water bombing ke Badan Nasional Penaggulangan Bencana (BNPB).
“Pengembalian keempat helikopter sudah sejak 27-28 September kemarin. Diterbangkan ke provinsi yang masih memerlukan pemadaman karhutla melalui jalur udara,” jelas Kabid Pencegahaan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel, Bambang Dedi Mulyadi, Kamis (2/10).
Alasan tidak memperpanjang status itu berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kalsel.
BMKG memprediksi saat ini sudah memasuki musim penghujan, meski tidak merata. Sebab cuaca di sebagian wilayah Kalsel masih panas.
“Inilah yang menjadi dasar kami untuk tidak memperpanjang status siaga darurat karhutla,” tuturnya.
Meski demikian, BPBD Kalsel tetap meningkatkan mitigasi dan kesiapsiagaan bencana kebakaran lahan.
Di samping tetap waspada terhadap karhutla, BPBD Kalsel juga mulai bersiap dalam memitigasi bencana banjir, puting beliung dan tanah longsor (batingsor).
“Kami juga akan berkoordinasi dengan kabupaten/kota untuk peningkatan infrastruktur mitigasi banjir dan sosialisasinya,” tutupnya.





