KALSELMAJU.COM, BANJARMASIN – Di tengah panasnya aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) sosok Kani ustru hadir dengan semangat berbeda.
Berbekal tiga dus air mineral, Bapak empat anak ini memilih berdagang di tengah kerumunan massa, demi menyambung hidup dan memenuhi kebutuhan keluarga.
Sudah tujuh tahun Kani berdagang minuman, mulai dari pengajian besar hingga konser musik. Namun kali ini berbeda—untuk pertama kalinya, ia memberanikan diri berjualan di tengah aksi demonstrasi.
“Ini baru pertama kali saya jualan di demo. Bawa minuman tidak banyak, cuma air mineral,” ujarnya di sela-sela aksi, Senin (1/9).
Keputusan Kani untuk tidak membawa banyak stok bukan tanpa alasan. Selain modal yang terbatas, ia juga menyadari persaingan yang makin beragam di lapangan.
“Sekarang penjual banyak, macam-macam juga yang mereka jual. Saya belum mampu beli tambahan minuman lain,” jelasnya.
Meski demikian, langkahnya tidak sia-sia. Minuman yang ia bawa ludes diserbu para peserta aksi yang kepanasan dan kehausan.
Raut lelah di wajah warga Kelayan A Banjarmasin Selatan itu berubah menjadi senyum syukur.
“Alhamdulillah, laku semua. Saya senang bisa bantu mereka juga yang haus,” tuturnya.
Bagi Kani, setiap kesempatan adalah peluang, tak peduli betapa sulit atau tidak biasanya kondisi itu.
Dengan semangat pantang menyerah, ia membuktikan bahwa perjuangan mencari nafkah bisa dilakukan di mana saja—bahkan di tengah gelombang protes.





